Manfaat Menulis dengan Tangan: Meningkatkan Konektivitas Otak untuk Pembelajaran yang Lebih Baik

Manfaat Menulis dengan Tangan: Meningkatkan Konektivitas Otak untuk Pembelajaran yang Lebih Baik
Ilustrasi. Manfaat Menulis dengan Tangan: Meningkatkan Konektivitas Otak untuk Pembelajaran yang Lebih Baik. (Freepik)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Di dunia yang semakin digital, pena dan kertas semakin banyak digantikan dengan layar dan keyboard di ruang kelas. Kini, sebuah penelitian baru telah menyelidiki jaringan saraf di otak saat menulis dengan tangan dan mengetik.

Para peneliti menunjukkan bahwa konektivitas antara wilayah otak yang berbeda akan lebih rumit ketika huruf  dibuat melalui tulisan tangan. Peningkatan konektivitas otak, yang sangat penting untuk membangun memori dan pengkodean informasi, mungkin menunjukkan bahwa menulis dengan tangan mendukung pembelajaran.

Ketika perangkat digital semakin menggantikan pena dan kertas, menulis dengan tangan menjadi semakin jarang dilakukan di sekolah dan universitas.

Baca Juga:Peran Dopamin dalam Pembelajaran dan Adaptasi OtakDampak TikTok dan Aplikasi Video Pendek terhadap Kesejahteraan Remaja

Disarankan menggunakan keyboard karena sering kali lebih cepat daripada menulis dengan tangan. Namun, yang terakhir terbukti meningkatkan akurasi ejaan dan daya ingat.

Untuk mengetahui apakah proses pembentukan huruf dengan tangan menghasilkan konektivitas otak yang lebih baik, para peneliti di Norwegia kini menyelidiki jaringan saraf yang mendasari kedua cara menulis tersebut.

“Kami menunjukkan bahwa saat menulis dengan tangan, pola konektivitas otak jauh lebih rumit dibandingkan saat mengetik di keyboard,” kata Prof Audrey van der Meer, peneliti otak di Universitas Sains dan Teknologi Norwegia dan salah satu penulis studi yang diterbitkan di Frontiers dalam Psikologi.

Saat mengetik mereka menggunakan satu jari untuk menekan tombol pada keyboard. EEG berdensitas tinggi, yang mengukur aktivitas listrik di otak menggunakan 256 sensor kecil yang dijahit dalam jaring dan ditempatkan di atas kepala, direkam selama lima detik untuk setiap perintah.

Konektivitas wilayah otak yang berbeda meningkat ketika peserta menulis dengan tangan, namun tidak ketika mereka mengetik.

0 Komentar