Apresiasi Sasbotram di Balik Daur Ulang Limbah Tekstil

Doc. Siswi Tata Busana SMKN 3 Cimahi saat Merancang Limbah Baju Bekas Montir Untuk Dijadikan Pakaian Modern (istimewa)
Doc. Siswi Tata Busana SMKN 3 Cimahi saat Merancang Limbah Baju Bekas Montir Untuk Dijadikan Pakaian Modern (istimewa)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sasbotram menjadi salah satu pelopor yang memperkenalkan penjualan produk dari daur ulang sampah plastik. Selain itu, Sasbotram juga fokus pada upaya mengubah perilaku dan pola pikir masyarakat terhadap masalah sampah.

Founder Sasbotram Cimahi, Enung Susana, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap hasil karya siswa-siswi SMKN 3 Cimahi yang berhasil mendaur ulang limbah kain menjadi pakaian yang layak pakai dan memiliki nilai jual.

“Kalau limbah kain itu bisa didaur ulang dengan cara di-combine baik dari jenis kain atau dari motif, apalagi dengan kreativitas siswa-siswi SMKN 3 Cimahi ini, pasti akan keren,” kata Enung.

Baca Juga:Pelaku Utama Curanmor di Sukabumi Ternyata Residivis, Penadah Dapat Untung Ratusan RibuCak Imin Tanggapi Demo Mahasiswa: Pemerintah Tak Boleh Bebal!

Tak hanya membuat desain kostum, namun Enung menambahkan, harus memperhatikan nilai tambah dalam produk mereka. Menurutnya, hal ini akan membuat desain mereka lebih menarik dan relevan untuk menjadi pilihan outfit of the day (OOTD).

“Atau seperti membuat pakaian harian dengan desain yang kekinian, Insyaallah mereka (siswa SMKN 3 Cimahi) sangat keren kreativitasnya yang sudah saya tahu,” papar Enung.

Menurut pandangan Enung, kepedulian masyarakat terhadap isu global limbah, khususnya plastik dan kain, sangatlah penting. Hal ini karena masalah limbah saat ini menjadi perhatian utama yang perlu ditangani secara serius.

“Apalagi mereka (siswa) paham mana yang layak pakai desainnya, atau yang tidak layak desain. Tandanya sudah berkontribusi dalam mereduksi sampah kain,* tandasnya.

Baru-baru ini, SMKN 3 Cimahi telah meningkatkan program Tata Busana dengan memanfaatkan limbah kain dan pakaian bekas dari pabrik secara lebih optimal. Limbah tersebut diolah menjadi karya kreatif oleh para siswa sebagai bagian dari program tersebut.

Ketua Program Tata Busana SMKN 3 Cimahi, Sri Widati mengatakan pihak sekolah banyak mendapat pasokan kostum dari berbagai pabrik atau dealer. Salah satu contohnya adalah baju kostum mekanik yang akan dihasilkan oleh siswa dengan menggunakan kreativitas mereka sendiri.

0 Komentar