Fakta Makanan Busuk yang Kaya Manfaat: Mitos dan Realitas!

Fakta Makanan Busuk yang Kaya Manfaat: Mitos dan Realitas!
Ilustrasi makanan busuk (Foto: pixabay.com)
0 Komentar

JABAR EKSPRESMakanan busuk seringkali menjadi bahan pembicaraan yang tidak menyenangkan. Baunya yang tidak sedap dan penampakan yang kurang menggugah selera membuat banyak orang menghindarinya.

Proses ini menghasilkan senyawa-senyawa baru yang dapat meningkatkan nilai gizi makanan tersebut. Contohnya adalah tempe, keju, dan yoghurt, yang semuanya melalui proses fermentasi. Makanan-makanan ini kaya akan probiotik yang baik untuk pencernaan dan kesehatan usus.

  1. Kandungan Nutrisi yang Tertinggi

Tidak semua makanan busuk memiliki rasa yang tidak enak. Sebenarnya, beberapa makanan yang terlihat busuk justru mengandung nutrisi yang sangat tinggi.

Baca Juga:Tips Merawat Panel LCD Speedometer Sepeda MotorSudah Tahu? Ini Dia 7 Manfaat Kedelai Hitam Bagi Kesehatan

Misalnya, buah-buahan seperti pisang dan stroberi yang telah terfermentasi secara alami mengandung enzim dan antioksidan tambahan yang tidak ditemukan dalam buah segar.

  1. Kontribusi pada Kesehatan Usus

Makanan busuk yang telah difermentasi mengandung probiotik, bakteri baik yang membantu menjaga keseimbangan flora usus.

Flora usus yang sehat dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan penyerapan nutrisi, dan bahkan dapat mempengaruhi mood dan kesehatan mental secara keseluruhan.

  1. Menyehatkan Jantung

Beberapa makanan busuk, seperti miso (pasta kedelai fermentasi) dan kimchi (sayuran fermentasi), telah dikaitkan dengan manfaat kesehatan jantung.

Kedua makanan tersebut kaya akan probiotik dan antioksidan yang dapat membantu menurunkan kolesterol dan tekanan darah, serta mengurangi risiko penyakit jantung.

  1. Penurun Berat Badan yang Alami

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan yang telah difermentasi dapat membantu dalam penurunan berat badan. Probiotik dalam makanan fermentasi dapat membantu meningkatkan metabolisme dan mengurangi penyerapan lemak dalam tubuh.

  1. Kadar Gula yang Rendah

Sebagian besar makanan yang telah terfermentasi memiliki kadar gula yang lebih rendah daripada makanan yang belum difermentasi. Ini membuatnya menjadi pilihan yang lebih baik bagi mereka yang mencoba mengontrol asupan gula dalam diet mereka.

0 Komentar