Viral di TikTok! Benarkah Gua Safarwadi Tasikmalaya Bisa Tembus ke Mekkah? Ini Faktanya

Viral di TikTok! Benarkah Gua Safarwadi Tasikmalaya Bisa Tembus ke Mekkah? Ini Faktanya
Viral di TikTok! Benarkah Gua Safarwadi Tasikmalaya Bisa Tembus ke Mekkah? Ini Faktanya
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sebuah gua di Tasikmalaya, Jawa Barat, mendadak viral di media sosial setelah muncul klaim bahwa gua tersebut bisa menjadi jalan pintas menuju Mekkah. Gua yang dimaksud adalah Gua Safarwadi atau lebih dikenal dengan Gua Pamijahan. Kepercayaan ini pun memicu perdebatan di kalangan warganet, antara yang skeptis dan yang percaya akan mitos tersebut.

Gua Safarwadi terletak di Desa Pamijahan, Tasikmalaya, dan telah lama dikenal sebagai destinasi wisata religi. Dengan panjang lorong mencapai 284 meter dan lebar 24,5 meter, gua ini sering dikunjungi oleh peziarah, terutama pada perayaan hari besar Islam. Setiap tahunnya, ribuan orang datang untuk berdoa dan mencari ketenangan spiritual.

Klaim bahwa Gua Safarwadi memiliki lorong menuju Mekkah menjadi perbincangan hangat setelah beberapa akun media sosial, termasuk akun TikTok @siti.robiah619, mengunggah video yang memperlihatkan antrean panjang pengunjung yang hendak memasuki gua. Dalam video tersebut, disebutkan bahwa gua ini “bisa tembus langsung ke Mekkah” dan menjadi jalan pintas bagi jamaah haji.

Baca Juga:Ubah HP Kentang Jadi Ngebut! Ini Aplikasi Game Booster Terbaik untuk Android iPhone 16 Resmi Rilis di Indonesia dengan iOS Terbaru? Cek Harga dan Spesifikasinya

Meskipun demikian, banyak yang meragukan kebenaran klaim ini. Secara logika dan ilmiah, keberadaan lorong yang mampu menembus jarak ribuan kilometer dari Indonesia ke Arab Saudi jelas tidak masuk akal. Namun, sebagian masyarakat masih mempercayainya, dengan anggapan bahwa hanya orang-orang dengan tingkat spiritual tertentu yang dapat melewati lorong tersebut.

Para penjaga gua sendiri telah menutup lorong yang disebut-sebut sebagai jalan menuju Mekkah dengan teralis besi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Hal ini menunjukkan bahwa kisah tersebut lebih kepada legenda atau mitos yang berkembang di masyarakat, bukan fakta yang bisa dibuktikan secara nyata.

0 Komentar