Banyak Film Horor di Bioskop, Apakah Aman Untuk Tontonan Anak? Ini Ciri-ciri Film Tidak Layak untuk Anak

ILUSTRASI: Tayangan film yang tidak layak anak. (freepik)
ILUSTRASI: Tayangan film yang tidak layak anak. (freepik)
0 Komentar

JABAR EKSRPES – Menjamurnya film-film horor di bioskop, membuat banyak orang tua yang khawatir dengan layak atau tidak film  tersebut untuk dikonsumis usia anak.

Pasalnya, saat ini tidak banyak pilihan film yang bisa direkomendasikan layak untuk anak. Apalagi bila sudah berada di bioskop, hampir seluruh film yang ditayangkan merupakan film dengan rating remaja dan dewasa.

Selain di bioskop, banyak juga tayangan baik di TV atau media sosial yang tidak kena filter, sehingga bisa saja anak dengan mudah menikmati tayangan yang seharusnya tidak diperuntukkan untuk usianya.

Baca Juga:Aplikasi BIT Menyusul SCAM, Begini Penuturan KorbanViral, Aurel dan Krisdayanti Tetap Kompak Meski Beda Pilihan, Netizen Salfok Gaya Tangan Keduanya

Disisi lain, orang tua juga kadang kurang paham bagaimana menyaring tayangan yang layak untuk anak.

Berikut ciri-ciri tayangan termasuk film yang tidak layak ditonton anak-anak:

1. Konten Dewasa

Film tersebut mungkin memiliki konten dewasa, seperti adegan kekerasan, adegan seksual, atau penggunaan bahasa kasar yang tidak sesuai untuk anak-anak.

2. Tema Dewasa

Tema yang kompleks atau berat seperti kejahatan, narkoba, atau konflik politik yang tidak cocok untuk pemahaman atau sensitivitas anak-anak.

3. Rating Usia

Film tersebut mungkin memiliki rating usia yang tinggi, seperti “R” (Dewasa) atau “18+” (Dewasa) di beberapa negara, yang menunjukkan bahwa kontennya tidak cocok untuk penonton di bawah usia tertentu tanpa pengawasan orang dewasa.

4. Intensitas Emosional

Film yang memiliki adegan-adegan yang sangat intens secara emosional, seperti kematian karakter utama atau konflik antara karakter yang bisa menimbulkan kecemasan atau ketakutan pada anak-anak.

5. Kekerasan Grafis

Adegan kekerasan grafis atau menakutkan, termasuk adegan pertempuran, kecelakaan, atau penggambaran tindakan kekerasan yang ekstrem, tidak sesuai untuk anak-anak yang masih dalam tahap perkembangan.

0 Komentar