Jabar Ekspres – Mayoritas harga pangan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih mengalami kenaikan. Adapun, komoditas pangan yang masih mahal yaitu beras, bawang, dan daging ayam.
Merujuk pada data panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga beras premium naik menjadi Rp15.170 per kg dibandingkan harga kemarin. Kemudian, harga beras medium naik menjadi Rp13.410 per kg.
Bapanas pun telah menetapkan besaran stok pangan yang harus dimiliki pemerintah sampai akhir 2024 nanti. Hal itu ditetapkan dalam Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 379.1/TS.03.03/K/11/2023 tentang Jumlah, Standar Mutu, dan Harga Pembelian Pemerintah Dalam Rangka Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Tahun 2024.
Baca Juga:Konflik Gereja dan Bank, Bupati Cianjur: Jemaat Gereja Juga Warga CianjurIndonesia Resmi Protes ke AFC Terkait Gol Kedua Irak di Piala Asia 2023
Dalam keputusan itu, Bapanas menetapkan jumlah stok minimal dalam pengelolaan 13 komoditas pangan sebagai CPP.
Ia menambahkan, sejauh ini dirinya juga belum menerima bantuan stimulan yang dijanjikan oleh Pemkab Bandung Barat untuk menekan harga beras yang naik di pasaran.
“Pj Bupati Bandung Barat (Arsan Latif) sempet datang ke pasar dua kali. Tapi gak semua pedagang beras dibantu sama pemda,” tambahnya.
“Ditambah ada program beras SPHP yang dari pemda kan sekarang dijual juga di mini market. Itu juga bikin konsumen berkurang belanja ke pasar,” paparnya.
Selain beras, harga pangan lainnya yang mengalami kenaikan yaitu bawang putih dari semula Rp31.000 menjadi Rp35.000 per kilogram. Begitu pun dengan harga bawang merah yang naik dari semula Rp30.000 menjadi Rp34.000 per kilogram.
Kenaikan harga pangan juga terjadi pada daging ayam ras yang naik dari semula Rp29.000 menjadi Rp31.000 per kilogram.
