46 Ribu Lahan di Kabupaten Bandung Kritis Imbas Alih Fungsi Lahan oleh Pemerintah

46 Ribu Lahan di Kabupaten Bandung Kritis Imabas Alih Fungsi Lahan oleh Pemerintah
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Belum lama ini sejumlah daerah di wilayah Provinsi Jawa Barat (Jabar) mengalami musibah luapan air, termasuk yang dialami warga Kabupaten Bandung.

Di tengah musim penghujan, Wahana Lingkungan Indonesia (Walhi) Jabar menyoroti kejadian yang terjadi, agar dievaluasi secara komperhensif oleh semua pihak khususnya pemerintah.

Direktur Eksekutif Walhi Jabar, Wahyudin Iwang mengatakan, hal tersebut menjadi penting agar kita semua tidak hanya menyalahkan faktor alam semata.

Baca Juga:Usulkan 10.000 Formasi Honorer Baru, Begini Jawaban Pemkab SukabumiAnies Mau Hapus Regulasi Batas Usia Pelamar Kerja

“Lagi-lagi intensitas hujan yang disertai angin selalu menjadi salah satu keseimpulan sebab akibat bencana terjadi di semua wilayah,” kata Iwang kepada Jabar Ekspres, Senin (15/1).

Melansir pada data yang terhimpun di situs Open Data Jabar, pada 2022 terdapat seluas 907.683,68 hektare lahan kritis di Jawa Barat.

“Malah kami menduga jumlah luasan lahan kritis tersebut semakin tahun semakin terus bertambah, seiring dengan intervensi berbagai kegiatan yang salah satunya rencana-rencana kegiatan infrastruktur serta pembangunan,” jelasnya.

Iwang menerangkan, maraknya pembangunan yang dimaksud tak hanya proferti, tapi juga pertambangan serta banyaknya perizinan wisata alam di Jawa Barat, semakin tidak dapat terhindarkan hingga tahun ini.

“Baik yang eksisting maupun yang sedang terus dipaksakan dijalankan dan dibangun,” terangnya.

Iwang mengungkapkan, jika diurai lahan kritis yang terdapat di Bandung Raya, seperti Kabupaten Bandung terdapat seluas 46.678,84 hektare dengan status sangat kritis.

“Gak hanya itu, di Kabupaten Bandung Barat terdapat seluas 53.018,62 hektare, Kota Bandung 837,42 hektare dan Kota Cimahi terdapat seluas 616,03 hektare, yang mana masing-masing statusnya dalam kondisi sangat kritis,” ungkapnya.

Baca Juga:Atasi Kemacetan, DPUPR Kota Cimahi Merencanakan Hal IniHari Ini, Jadwal Terakhir Mengurus Pindah Memilih Pemilu 2024

Iwang menyampaikan, pihak Walhi Jabar menilai jumlah luasan tersebut diduga angkanya semakin bertambah memasuki 2024 ini.

0 Komentar