Digempur Curah Hujan Tinggi, 5 Titik Rawan Banjir jadi Fokus Pemkot Bandung

JABAR EKSPRES  – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah memfokuskan penyelesaian banjir, di lima titik rawan genangan yang tersebar di berbagai wilayah Kota Bandung.

Penjabat (Pj) Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono menuturkan, kelima titik tersebut yakni Gedebage, Pasirkoja, Cibaduyut, Margahayu, dan terakhir daerah Leuwipanjang.

Menurutnya, prioritas penangan banjir di lima wilayah tersebut didasari oleh genangan yang kerap terjadi apabila turun hujan dengan intensitas tinggi. Terlebih, daerah tersebut padat hilir mudik kendaraan pribadi.

“Jadi ada Gedebage, kemudian juga ada Pasirkoja, Leuwipanjang, Cibaduyut, dan yang terakhir itu Margahayu. Kelima titik ini akan kita prioritaskan (penangan banjir),” Ujar Bambang, (10/1)

Menurut Bambang, kelima wilayah ini masuk kedalam 12 titik rawan banjir di Kota Bandung. Maka dari itu, pihaknya kini tengah berfokus menangani persoalan tersebut. Hal ini guna terus menurunkan titik-titik rawan banjir yang ada di Kota Kembang.

“Kalau lihat dari data dua tahun yang lalu, banjir kita lebih kurang ada di 25 titik, sekarang tinggal 12 titik,” katanya

Disisi lain, Pemkot Bandung terus berupaya menanggulangi banjir yang kerap terjadi di beberapa wilayah yang ada di Kota Bandung. Pembangunan 11 kolam retensi yang kini telah hadir diharapkan mampu menampung debit air sehingga tak terjadi genangan.

“Jadi penampungan-penampungan air ini bisa menjadi salah satu upaya untuk membantu manakala ada genangan air bisa dialihkan ke kolam retensi,” ungkapnya

Selain hal tersebut, diakui Bambang, pihaknya terus melakukan mitigasi bencana banjir lewat program bertajuk Mapag Hujan. Cara ini terfokus pada pembersihan sedimentasi pada 23 anak sungai yang berada di lingkup wilayah Kota Bandung.

“Yang lagi kita lakukan secara masif di 23 anak sungai di Kota Bandung itu kita melakukan pembersihan sampah dari sedimentasi sungai,” pungkasnya

Hingga kini, Pemerintah Kota Bandung mengklaim telah menghadirkan sumur resapan sebanyak 5.000 dan 3.000 drumpori. Hal ini guna menanggulangi permasalahan banjir yang ada di Kota Bandung. (Dam)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan