Puluhan Miliar Dihabiskan Pemkot Bandung untuk Kolam Retensi, Worth It?

BANDUNG, JABAR EKSPRES – Anggaran miliaran rupiah digelontorkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung guna mengatasi permasalahan banjir lewat pembangunan Kolam Retensi.

Lewat data yang berhasil dihimpun Jabar Ekspres, ada lebih dari 10 kolam retensi yang ada di Kota Bandung.

Pertama, Kolam Retensi Taman Lansia dengan pagu anggarannya senilai Rp3,5 miliar dengan HPS sebesar Rp3,2 miliar. Kedua, Kolam Retensi Sarimas dengan pagu anggaran sebesar Rp9,8 miliar dengan HPS Rp7,7 miliar. Ketiga terdapat Kolam Retensi Sirnaraga yang menggelontorkan anggaran senilai Rp6,5 miliar dan jasa konsultasinya sebesar Rp251 juta.

Tahun 2018, dalam merancang pembangunan penampungan air hujan itu di Gedebage, Pemkot Bandung mengeluarkan anggaran sebesar Rp286,6 juta. Masuk tahap lelang tahun 2020, nilai kontraknya mencapai Rp6,6 miliar.

BACA JUGA: Banjir Kota Bandung, Kolam Retensi Bukan Solusi?

Tahun 2021, pemangku otoritas tertinggi di kota itu kembali membangun Kolam Retensi Bima. Pemkot menganggarkan lewat APBD 2021 sebesar Rp4,9 miliar ditambah pengawasan pembangunannya senilai Rp 215,4 juta.

Ada pula pembangunan Kolam Retensi Cisanggarung yang mana pemkot menggelontorkan anggaran sebesar Rp5,6 miliar. Ditambah pada tahun 2023, DSDABM baru saja meresmikan Kolam Retensi yakni Dian Permai yang melalui proses swakelola senilai Rp125 juta.

Terbaru, Pemkot Bandung tengah menyelesaikan proses perampungan penampungan air hujan itu di wilayah Margahayu yang anggarannya sebesar Rp5,7 miliar.

Dengan 8 Kolam Retensi yang telah dibangun, nilai anggarannya sudah melebihi Rp15 miliar lebih. Belum lagi Kolam Retensi lain yakni Kandaga Puspa, Rancabolang, Cisurupan, Pussenkav, Ciraga Wetland Park, Kolam Retensi Bandung Inten Indah yang nilainya tak diketahui.

BACA JUGA: Antisipasi Banjir Gedebage, Jalan Rumah Sakit Bakal Dijadikan Kolam Retensi?

Belum lagi, Pj Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono bakal kembali membangun Kolam Retensi baru guna menyelesaikan permasalahan banjir di wilayah Gedebage.

Ditanya soal berapa lagi Kolam Retensi yang bakal dibangun di Kota Bandung, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung tak menanggapi soal pertanyaan tersebut.

Keterbukaan dirasa perlu agar proses penyelesaian banjir bisa diketahui oleh masyarakat Kota Bandung. Namun, pihak tersebut memilih tak menggubris pertanyaan yang dilontarkan. Bahkan pesan Whatsapp hanya dibaca ketika Jabar Ekspres coba ingin mengkonfirmasi.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan