Pemkot Klaim Program Kang Pisman Berjalan Efektif, Kini 900 Ton Sampah Dibuang ke TPA

Pemkot Klaim Program Kang Pisman Berjalan Efektif, Kini 900 Ton Sampah Dibuang ke TPA
Petugas di lokasi Tempat Pemilahan Sampah, Rancanumpang, Gedebage, Kota Bandung. (Pandu Muslim/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengklaim mampu mengurangi sampah sebanyak 700 ton di masa kedaruratan, lewat pensosialisasian Program Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan Sampah (Kang Pisman).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna mengungkapkan, dari total 1.600 ton sampah per hari, kini Kota Bandung membuang 900 ton sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Dengan adanya data tersebut, mengartikan kini pastinya sampah yang dihasilkan Kota Bandung per hari, yakni sebanyak 1.196 ton sampah masih dibuang ke TPA. Namun, Pemkot bersikukuh bahwa hanya 900 ton sampah yang dibuang ke TPA.

Baca Juga:Cuaca Ekstrem, Kematian Ikan di Waduk Saguling Akibat Fenomena UpwellingPeredaran Rokok Ilegal Melonjak, Minat Beli Masyarakat jadi Faktor Peningkatan

“Hasil kami (proses sosialisasi selama darurat sampah) itu ada. Saat ini kami membuang sekitar 900 ton sampah ke TPA. Jumlah ini berkurang dari awalnya 1.600 ton,” kata Ema.

Meski masih menyisakan Pekerjaan Rumah (PR), hasil positif didapat dari pensosialisasian program Kang Pisman yang dilakukan secara masif. Dirinya optimis sampah yang dibuang ke TPA bisa terus ditekan.

Pasalnya, terdapat pengurangan sampah yang dilakukan lewat kegiatan monitoring. Sehingga hal ini dikhawatirkan timbulan sampah kembali terjadi di tiap wilayah di Kota Bandung.

“Pemkot memperpanjang kedaruratan sampah pasti punya alasan, saya harap bisa membenahi sesuai dengan masterplan pekerjaan,” ujarnya kepada Jabar Ekspres. (Dam)

0 Komentar