Sementara untuk petani usia generasi milenial hanya di angka 20,67 persen. “Sektor pertanian masih belum menjadi daya tarik bagi millenial di Jabar,” terang Marsudijono.
Jika dilihat secara global, petani milenial atau yang dalam rentang usia 19-39 tahun di Indonesia tercatat ada 6.183.009 orang. Kisarannya 21,93 persen dari total petani di Indonesia sebanyak 28.192.693 orang.
Kemudian, provinsi dengan petani milenial terbanyak ada di Jawa Timur, dengan jumlah 971.102 orang. Urutan kedua adalah Jawa Tengah dengan 625.807 orang. Sementara Jabar ada di urutan ketiga dengan 543.044 orang.
Baca Juga:Review Lengkap Museum Asia Afrika: Cara Masuk, Jam Operasional, dan AksesDiduga Langgar Netralitas ASN, Atet Handiyana JS Minta Pj Wali Kota Banjar Dicopot
Kabar buruk juga terlihat pada perkiraan produksi padi pada 2023. BPS memperkirakan produksi padi pada 2023 ada di angka 9,10 juta ton gabah kering giling (GKG). Angka itu turun sebanyak 337,79 ribu ton atau 3,58 persen dibanding produksi pada 2022 sebesar 9,43 juta ton GKG.
Sementara, untuk daerah yang menjadi lumbung padi andalan atau tertinggi di Jabar adalah Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang dan Kabupaten Subang. Perkiraan produksi pada 2023 ini adalah Kabupaten Indramayu 1,41 juta ton, Kabupaten Karawang 1,09 juta ton dan Kabupaten Subang 1,01 juta ton. (son)
