JABAR EKSPRES – Angkatan Pertahanan Israel (IDF) telah mengevakuasi hampir 70 persen pasukannya dari Jalur Gaza utara karena keterlibatan militan Palestina yang gigih dan bertahan. Sumber-sumber di Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, menyatakan bahwa serangan militan Palestina telah menimbulkan banyak kerugian bagi pasukan Israel di wilayah tersebut.
Serangan melibatkan penghancuran tank dan kendaraan militer, serta penyerangan terhadap tentara Israel dengan berbagai senjata termasuk peluru mortir dan bahan peledak. Menurut laporan Al-Jazeera, lebih dari 1.000 tentara Israel terluka dalam pertempuran tersebut, dan sebanyak 202 dalam kondisi kritis.
Serangan dari militan Palestina melibatkan berbagai jenis senjata, termasuk peluru Yassin-105, peluru TBG, peluru Tandem, peluru mortir, dan bahan peledak.
Baca Juga:6 Cara Memanfaatkan ChatGPT untuk Bisnis Online Agar Cepat ViralViral di TikTok Gadis Usia 11 Tahun Pamerkan Pakaian Mewah Rp1,9 Miliar Lebih
Penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza utara telah bertambah cepat dalam dua hari terakhir dan mendapat perlawanan dari militan Palestina. Serangan dari militan tersebut melibatkan penghancuran tank dan kendaraan militer Israel di daerah Beith Lahia dan Beit Hanoun.
Meskipun strategi pembagian Jalur Gaza menjadi tiga wilayah mungkin akan membatasi pergerakan warga Palestina, kemungkinan itu tidak berdampak pada pergerakan militan Palestina yang beroperasi melalui terowongan bawah tanah.
Situasi di Jalur Gaza tetap tegang dengan pertempuran sengit antara pasukan Israel dan militan Palestina. Pasukan Israel terus mundur dari wilayah utara dan berfokus pada operasi di wilayah selatan. Namun, militan Palestina terus melancarkan serangan melalui berbagai jenis senjata, termasuk peluru mortir dan bahan peledak.
