Dukung Program Kang Empos, Kecamatan Arcamanik Mulai Bagikan Sarpras Pendukung

JABAR EKSPRES – Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung mulai berikan sarana prasana pendukung terkait pemilahan sampah organik, kepada 398 masyarakat penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH), pada Kamis (30/11).

Lagi, program terkait pengolahan sampah diberikan kepada masyarakat agar mampu mengelola sampah dari lingkup terkecil yaitu rumah tangga. Karung Ember Pengomposan (Kang Empos) diharapkan mampu mengurangi beban Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di masa kedaruratan.

Bersamaan dengan apa yang dilakukan oleh Pemerintah (Pemkot) Bandung. Hari ini, Kecamatan Arcamanik ikut memberikan sarana prasana pendukung berupa ember kepada penerima bantuan PKH.

BACA JUGA:  Kawal Penetapan UMK 2024, Buruh di Jabar Mulai Padati Gedung Sate Bandung

Menurut pesan yang di sampaikan oleh Camat Arcamanik melalui Sekretaris Kecamatan, Mochamad Arief Budiman. Target sasaran PKH dimaksudkan agar adanya timpal balik dari para penerima bantuan terkait program kerja yang tengah dilakukan di masa kedaruratan sampah.

“Kami memberikan kang empos ini salah satunya kepada penerima bantuan. Karena mereka ini, katakanlah mendapatkan fasilitas berupa bantuan dari pemerintah yang kami harapkan ada timbal balik dari mereka agar bisa melakukan pengolahan sampah organik di rumah tangga,” kata Arief kepada Jabar Ekspres

Kata Arief, pemberian sarana prasana pendukung berupa ember pengomposan berasal dari anggaran perubahan yang diberikan oleh Pemkot Bandung.

Pemkot Bandung sendiri telah menyiapkan anggaran sebesar Rp31,9 miliar guna pemberian bantuan terkait program Kang Empos dan hanggar-hanggar magotisasi di seluruh kelurahan.

“Kebetulan di anggaran perubahan ini, kewilayahan diberikan tambahan anggaran untuk memfasilitasi sarana prasarana pengurangan sampah. Salah satunya metode pengomposan atau Kang Empos,” katanya

“Ini bagian dari upaya pemerintah Kota Bandung agar semua kelurahan bisa mengurangi sampah organik ditingkat rumah tangga,” lanjutnya

Agar hal ini mudah diserap dan diterapkan oleh masyarakat terkhusus Kecamatan Arcamanik. Jargon “Be Smart” dibuat agar warga bisa cerdas mengolah sampah yang dimulai dari rumah tangga.

“Ini agar ada semangat baru, jargon baru ini kan artinya cerdas lah. Jadi mari menjadi cerdas mengolah sampah dari rumah agar ada semangat baru antara kita dengan masyarakat,” ungkapnya

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan