Biaya PPL Siswa SMPN 1 Rancaekek Bandung Ramai Dibicarakan, Ketua Komite Sekolah Klaim Tak Ada Kekisruhan

Biaya PPL Siswa SMPN 1 Rancaekek Bandung Ramai Dibicarakan, Ketua Komite Sekolah Klaim Tak Ada Kekisruhan
Peserta didik SMPN 1 Rancaekek saat berpulang sekolah usai kegiatan belajar mengajar. (Yanuar/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Rencana Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) ratusan siswa kelas VII SMPN 1 Rancaekek, Kabupaten Bandung diklaim tetap berlanjut meski sejumlah orangtua keberatan.

Persoalan PPL tersebut, bermula ketika kedua belah pihak, yakni sejumlah orangtua siswa dengan sekolah, seakan tidak satu irama dalam memberikan pernyataan.

Secara umum para orangtua siswa menolak kegiatan study tour atau PPL tersebut, dengan alasan biaya Rp435.000 untuk per satu siswa dinilai terlalu mahal.

Baca Juga:Jelang Tahapan Kampanye Pemilu 2024, Begini Langkah Pemprov JabarKPU KBB Optimalisasikan Medsos Untuk Pemilih Gen Z

Bahkan, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Jabar Ekspres, karena tak sedikit orangtua siswa keberatan dengan total biaya kegiatan PPL tersebut.

Ketua Komite Sekolah, Cecep Suhendar mengatakan, mengenai persoalan rencana PPL siswa kelas VII SMPN 1 Rancaekek diklaim tetap berlanjut.

“Dengan menghasilkan kesepakatan, di antaranya tentang PPL. Dan tidak ada kekisruhan kaitan rencana pelaksanaan PPL bulan februari 2024 nanti,” terangnya.

Cecep menjelaskan, meski polemik yang sempat timbul terkait pelaksanaan PPL kelas VII SMPN 1 Rancaekek itu cukup menarik perhatian publik, namun dipastikan kegiatan sekolah tetap berlangsung alias tidak tertunda.

“Masyrakat sekolah tetap khusyu dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar, kepala sekolah, guru, murid-murid dan orangtua siswa tetap dalam tatanan fungsi dan tugas masing-masing, tanpa mempengaruhi kualitas kegiatan pembelajaran,” jelasnya.

Cecep menyampaikan, kegiatan PPL siswa termasuk untuk di SMPN 1 Rancaekek, dapat dilaksanakan dengan kesepakatan semua pihak.

“PPL bisa dilaksanakan dengan kesepakatan, tidak ada paksaan dan bebas sanksi bagi murid atau orangtua murid dalam mengikuti PPL,” bebernya.

Baca Juga:Aktivis Lingkungan Sorot Masalah Banjir Menahun di Pasar Induk GedebageUsung konsep Girls Power, SMAN 20 Bandung Sukses Melaju ke Big Five

Kesepakatan yang dijelaskan Cecep, sedikitnya terdapat empat poin penting yang harus jadi perhatian sekolah dan pemahaman orangtua siswa.

“Lalu kesepakatan yang kedua itu travel. Pihak ketiga adalah perusahaan yang profesional, yang menjamin keselamatan penumpang,” jelasnya.

0 Komentar