JABAR EKSPRES – PT Angkasa Pura II mengungkap alasan pemindahan seluruh penerbangan menggunakan pesawat Tipe Jet ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati pada Minggu, 29 Oktober 2023.
Hal itu dikarenakan Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung hanya memiliki runway atau landasan pacu yang pendek.
Indra mengatakan BIJB sudah dilengkapi dengan sistem pendaratan yang memadai seperti salah satunya menerapkan lampu-lampu agar pesawat tepat diatas runway baik saat landing maupun take of.
Baca Juga:Meleset dari Target RPJMD, 16 Ribu Rutilahu di KBB Belum DibenahiJelang Piala Dunia U-17, Ribuan Personel Kepolisian Siap Amankan Laga di Si Jalak Harupat
“Kalau di kami (Husien Sastranegara) hanya MALS (Medium Approach lighting System). Jadi hanya ada 5 bar, tapi kalau di Kertajati itu ada 10 bar. Jadi bukannya kami tidak safe (memperhatikan keselamatan), kami safe sesuai dengan regulasi,” ungkapnya
Meski begitu, Indra menuturkan Bandara Husein Sastranegara sampai saat Ini masih akan tetap memberikan layanannya kepada masyarakat.
“Sesuai dengan regulasi, kami mendapatkan sertifikat bandara udara ketika kami dilakukan audit. Hanya saja untuk fasilitas lebih banyak di kertajati (BIJB),” imbuhnya.
Untuk diketahui, perpindahan penerbangan pesawat Tipe Jet dari Bandara Husein Sastranegara ke BIJB Kertajati, merupakan instruksi langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) seiring telah beroperasinya Tol Cisumdawu hingga Bandara Kertajati.
“Nantinya dimulai bulan Oktober (2023) akan operasi penuh (Bandara Kertajati). Artinya dari Bandara Husein Sastranegara (Kota Bandung), akan digeser ke Kertajati, utamanya untuk yang pesawat jet,” kata Presiden Jokowi pada Selasa, 11 Juli 2023.
