JABAR EKSPRES – Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan bahwa pengeboman Israel terhadap Rumah Sakit Baptis di Kota Gaza merupakan sebuah bencana dan kejahatan perang yang keji yang tidak dapat diterima atau dibiarkan begitu saja tanpa ada pertanggungjawaban.
Saat memimpin rapat darurat, Abbas mengatakan bahwa pemerintah penjajah Israel telah melewati batas.
Abbas menyerukan untuk membangun barisan dan persatuan, tidak mengubah arah dan tidak terseret ke dalam konflik yang hanya menguntungkan musuh-musuh rakyat Palestina.
Baca Juga:Ditinggal Isi E-toll, Mobil Ambulance di Bogor Rusak Dikendarai ODGJRatusan Orang Tewas Akibat Bom Serangan Israel ke RS di Gaza, Binden: AS Dukung Perlindungan Nyawa Warga Sipil Palestine
Dia juga menekankan bahwa agresi terhadap rakyat harus diakhiri dan menyerukan kepada masyarakat internasional untuk meminta pertanggungjawaban pemerintah pendudukan dan memastikan perlindungan rakyat Palestina.
Abbas menekankan bahwa pihaknya akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk mengakhiri pertumpahan darah di Gaza dan Tepi Barat.
“Kami tidak akan menerima apa pun selain diakhirinya perang ini. Dewan Keamanan harus menerima tanggung jawabnya dan secara proaktif mengeluarkan resolusi yang mengutuk kejahatan ini dan segera mengakhiri agresi,” bebernya.
Ia menyerukan kepada rakyat Palestina untuk bersatu dan mengatakan “Kita hidup di masa-masa kritis dan berbahaya. Kita hanya bisa menghadapinya dengan kohesi dan kesabaran dalam menghadapi agresi Israel. ”
