JABAR EKSPRES – Pemerintah Provinisi Jawa Barat (Pemprov Jabar) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), menyebut banyak kasus keracunan massal di kabupaten kota yang belum terlaporkan secara baik.
Sehingga, Kepala Dinkes Jabar Vini Adiana Dewi mengungkapkan, hal tersebut menyebabkan sulitnya proses pendataan dari kasus keracunan massal yang baru-baru ini tengah marak terjadi di Jawa Barat.
“Periode kemarin tuh di Bekasi kan yah. Jadi yang sudah terlaporkan itu Bekasi, Garut, dan KBB dua (kejadian). Nah, nanti kami evaluasi secara menyeluruh,” imbuhnya.
Baca Juga:Renbis yang Disusun PT Jamkrida Jabar Belum Sesuai Keingginan DPRDUpaya Penyelesaian Sampah di Bandung Raya Terus Dilakukan
Sementara untuk kasus terakhir, keracunan massal kembali terjadi di Kabupaten Bandung Barat (KBB), tepatnya di SDN 1 Cimerang dan SDN 2 Ciampel, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Rabu, 11 Oktober 2023 kemarin, dengan jumlah korban sebanyak 20 orang harus dilarikan ke rumah sakit setelah diduga mengonsumsi susu fermentasi berupa yoghurt. (San).
