“Di sini kita ingin memberikan impact positif buat para pengunjung, saat kita mengajak pengunjung ke dalam, mereka akan mengalami dan merasakan patah hati itu sebenernya kayak gimana. Kemudian, para pengunjung bisa juga menjadi kontributor dengan cara meninggalkan kenangan-kenangan mereka. Maka dari itu diberi nama museum patah hati, karena memang ini sebuah museum yang dimana isinya kisah-kisah patah hati dari orang-orang di kota yang kita datengi,” jelas Kenny.
Tema instalasi Patah Hati ini sangat meresap dalam kehidupan sehari-hari. Kalau dulu patah hati hanya bisa dibicarakan dengan orang terdekat, tapi di era digital ini, justru media sosial menjadi wadah bagi orang-orang untuk menceritakan pengalaman patah hatinya. “Ini mengapa Museum Patah Hati menjadi sangat relevan di kalangan anak muda masa kini dan terus menjadi pembicaraan yang hangat di media sosial,” ujar Kenny.
Sesuai komitmennya, creativeintel akan terus mengembangkan dan menghadirkan lebih banyak ‘hiburan masa kini’ yang tidak hanya terpusat di Jakarta, tapi juga kota-kota lain di seluruh Indonesia.
Baca Juga:Jalur Cileunyi – Cibiru Kerap Macet, Bupati Bandung: Tak Ada Terminal Representatif3 Program Prioritas KBB Telan Hingga Rp60 Miliar
“Creativeintel juga akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki visi yang sama. Tidak hanya bersama Haluuworld, kali ini creativeintel juga berkolaborasi dengan Fandom Superland untuk menghadirkan keceriaan Museum Patah Hati Pop Up Version di Bandung,” jelas Kenny.
Karena patah hati ‘gak harus sendiri, Museum Patah Hati berkolaborasi dengan Fandom Superland, Chaya Kusuma selaku Managing Director United Creative mengatakan bahwa Superland ini diciptakan untuk mewadahi kreativitas para komunitas di Indonesia.
“Superland ini kita ciptakan setiap tahunnya untuk mewadahi kreativitas para komunitas-komunitas di luar sana. United Creative ini sudah mempunyai sebelas pilar komunitas, mulai dari makanan, kpop, korea, wibu, hingga seni dan masih banyak lagi,” ujar Chaya.
Semua komunitas ini, kata Chaya, memiliki kesamaan, yaitu semua pernah merasakan patah hati.
“Jadi yang mempersatukan mereka itu adalah cinta sebenarnya. Baik cinta pada kesukaan mereka ataupun cinta yang tak kesampaian itu,” imbuh Chaya.
