BOGOR, JABAR EKSPRES – Pemerintah Desa (Pemdes) Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk segera memperbaiki Tembok Penahan Tebing (TPT) Sungai Cisadane.
TPT yang berlokasi di Kampung Raweuy RT 02 RW 02 , Desa Ciadeg itu sudah lama ambruk, namun hingga kini belum juga diperbaiki oleh dinas terkait.
Kepala Desa Ciadeg Wahyu Rahayu menuturkan, dirinya sudah melaporkan kejadian itu kepada Unsur Pelaksana Teknis (UPT) DPUPR wilayah III.
Baca Juga:Ditengah Harapan Bandung Diguyur Hujan, BMKG Prediksi Curah Hujan Tinggi Bakal Terjadi di Tahun 2024Tersinggung Karena Dihina, Pria di Baleendah Bandung Regang Nyawa Teman Sendiri Dengan Batu dan Botol
“Kami sudah melaporkan ke UPT Ciawi, katanya janji mau ditinjau dan di tahun ini diperbaiki melalu Dana Alokasi Khusus (DAK) tapi belum ada realisasi,”kata Wahyu Rahayu kepada Jabar Ekspres, Minggu 8 Oktober 2023.
TPT itu ambruk akibat adanya longsor susulan yang terjadi di Sungai Cisadane pada beberapa bulan yang lalu.
” Waktu itu longsor di Sungai Cisadane, terus PUPR bangun Bronjong untuk TPT yang dikerjakan melalu swakelola dengan penyedia jasa PT Fauzyn Sumber Djaya,” tambahnya.
Kendati demikian, Pembangunan TPT dengan nilai kontrak Rp 178 juta itu hanya bertahan 4-5 bulan kemudian ambruk.
“Gak lama 4-5 longsor itu pake TPT pakai Bronjong, sampai sekarang belum ada perbaikan lagi,” paparnya.
Wahyu Rahayu kwatir dengan tidak diperbaiki nya TPT tersebut nantinya akan menjadi Bom waktu untuk warga yang tinggal dekat Sungai Cisadane.
Perbaikan TPT itu, sambung Wahyu tidak bisa didanai menggunakan Dana Desa (DD). Oleh karena itu ia menunggu niat baik dari pemerintah daerah dalam hal ini DPUPR.
Baca Juga:Kondisi Jenazah di Cicalengka Bandung Telah Membusuk Saat DitemukanTPS Gedebage Dipastikan Hanya Alternatif
“Dibibir sungai itu kan ada rumah, ini takut jadi bom waktu, kalo akhir tahun kan biasanya sudah masuk musim hujan, kalo ada longsor lagi malah parah warga bisa jadi korban, karena rumahnya sudah ada yang menggantung,” ucapnya.
“Soalnya untuk DAS tidak bisa didanai oleh dana desa. Kemarin saya kordinasi dengan camat katany gabisa, jadi minta segera di dorong ke UPt Dinas PUPR agar segera cepat di kerjakan,” tutupnya.
