Silang Pendapat Pj Wali Kota Bandung dan Mahasiwa, Bahas Tiga Hal ini

JABAR EKSPRES, BANDUNG – Aksi unjuk rasa yang dilakukan Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Cabang Bandung, di Balaikota Bandung, pada Kamis 5 Oktober 2023 kemarin, berakhir dengan audiensi dengan Penjabat (Pj) Wali Kota Bandung, Jumat 6 Oktober 2023 siang ini.

Pj Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono menjelaskan, pertemuan itu digelar guna membahas sejumlah hal yang disampaikan mahasiwa. Usai melakukan aksi massa pada kemarin.

Tepatnya ada tiga hal, kata Bambang, yang dibahas dalam audiensi tersebut. Perihal masalah penanganan sampah, stunting, dan masalah peningkatan angka kemiskinan di Kota Bandung.

Baca juga: Upaya Bentuk Karakter Religius, Masjid Cahyati Sumedang Adakan Kegiatan Berbagi

“Saya sampaikan begini, kita ini kan cinta dengan Bandung. Saya kan warga Bandung juga, kemudian saya minta kepada mereka untuk, yuk mari kita bangun kondusivitas Kota Bandung,” ucap Bambang usai beraudiensi dengan mahasiswa, pada Jumat 6 Oktober 2023.

Bambang menambahkan, hingga saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya menangani masalah yang terjadi. Di antaranya pengelolaan sampah imbas TPA Sarimukti terbakar.

Bahkan menurutnya, bakal digelar rapat dengan Kementerian Lingkungan Hidup. Pertemuan untuk bahas menyelesaikan permasalahan sampah.

“Satu di antaranya bagaimana kita mengelola sampah, betul kedaruratan ini kita sampaikan tanggal 25 Oktober 2023,” tambahnya.

“Nah kemudian upaya upaya kita selain kita bereskan juga, kita minta support dari pemerintah provinsi untuk di hilir, tetapi kita di hulu juga harus bareng-bareng kan ya,” ucap Bambang.

Diketahui, pada kesempatan itu, HMI Cabang Bandung menyampaikan aspirasi terkait kondisi darurat sampah yang dialami Kota Bandung.

Selain itu, disampaikan pula aspirasi soal penangaan stunting dan masukkan untuk Raperda Ketahanan Pangan Kota Bandung.

Ketua HMI Cabang Bandung, Yusuf Sugiyarto mengungkapkan, keberadaam HMI Cabang Bandung dalam pembangunan Kota Bandung antara lain memberi partisipasi korektif.

“Pengelolaan dan penanganan darurat sampah ini kami rasa sangat penting. Ditambah dengan fenomena stunting, kami khawatir ini malah menjadi penyakit baru bagi masyarakat Kota Bandung,” ungkap Yusuf.

Di sisi lain, Yusuf menyebut perlunya ada integrasi berbagai program Pemkot Bandung. Antara lain program Kang Pisman, Buruan Sae, dan gerakan Waste to Food.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan