JABAR EKSPRES – Kementerian Dalam Negeri Turki mengeluarkan pernyataan resmi terkait ledakan yang terjadi di dekat parlemen Ankara, menegaskan bahwa kejadian tersebut merupakan serangan bom bunuh diri yang dilakukan oleh dua teroris.
Menurut rilis resmi yang dikutip oleh AFP, dua teroris tiba di gerbang masuk Direktorat Jenderal Keamanan Kementerian Dalam Negeri dan segera melancarkan serangan. “Salah satu teroris meledakkan dirinya, sementara yang lain berhasil dilumpuhkan,” demikian disampaikan oleh Kemendagri Turki.
Pada November tahun sebelumnya, serangan bom juga terjadi di Istanbul, menewaskan enam orang. Pemerintah Turki kemudian menyalahkan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dan afiliasinya, Unit Perlindungan Rakyat (YPG), sebagai dalang serangan tersebut. Meskipun demikian, kelompok Kurdi membantah keterlibatan mereka dalam serangan di Istanbul. Kami akan terus memberikan informasi terkini seputar perkembangan situasi ini.
