Penembakan Tragis di Rotterdam: Dua Meninggal dan Satu Kritis

JABAR EKSPRES – Kegiatan seorang pria bersenjata di Rotterdam, Belanda, berubah menjadi malam yang mengerikan ketika dia melepaskan tembakan ke sebuah rumah dan Rumah Sakit Universitas Erasmus MC. Menurut laporan AFP, insiden ini merenggut nyawa dua orang dan menyebabkan satu orang lainnya mengalami luka serius.

Kepala polisi Fred Westerbeke menjelaskan bahwa pria tersebut awalnya menyerang sebuah rumah, mengakibatkan seorang wanita berusia 39 tahun tewas, sementara satu korban berusia 14 tahun mengalami luka serius.

Tidak berhenti di situ, pelaku melanjutkan aksinya ke ruang kelas di Rumah Sakit Universitas Erasmus MC. Di sana, dia menembak mati seorang guru berusia 46 tahun sebelum menyalakan api, yang kemudian memicu kepanikan di antara staf medis dan pasien.

Baca Juga: Lebih dari 1.500 Orang Migran Meninggal dan Menghilang di Mediterania Guna Mencari Suaka ke Eropa

Kepolisian elite segera menyerbu rumah sakit sementara staf medis yang panik berusaha menyelamatkan diri dan pasien. Pria tersebut berhasil ditahan tidak lama setelah insiden tersebut.

Kepala jaksa penuntut umum Hugo Hillenaar menyatakan bahwa tersangka tampak kooperatif setelah ditangkap. Meskipun demikian, motif dari tindakan tragis ini masih belum jelas dan penyelidikan masih terus berlanjut.

Polisi mengungkapkan bahwa tersangka adalah seorang pelajar di rumah sakit tersebut dan sebelumnya dikenal oleh pihak berwenang atas tuduhan melakukan kekejaman terhadap hewan. Saat ini, pihak berwenang sedang mengusut apakah tersangka memiliki hubungan dengan guru yang tewas ditembak. Mereka percaya bahwa wanita dan putrinya adalah tetangga dekat tersangka.

Baca Juga: Aksi Penembakan Brutal Terjadi di Belanda Hingga Menewaskan Beberapa Orang

Perdana Menteri Mark Rutte menyampaikan “kekecewaannya yang besar” terhadap insiden penembakan ini dan menyatakan perhatiannya untuk para korban dan keluarga mereka.

Rotterdam telah menjadi tempat beberapa insiden penembakan sebelumnya, yang seringkali berkaitan dengan persaingan geng narkoba. Pada tahun 2019, tiga orang tewas dalam penembakan di sebuah trem di Utrecht, memicu perburuan besar-besaran. Dan pada tahun 2011, negara ini dikejutkan oleh Tristan van der Vlis, yang berusia 24 tahun, yang menewaskan enam orang dan melukai 10 lainnya dalam serangan di pusat perbelanjaan yang ramai.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan