Penanganan Sampah di Kota Bandung Jadi Sorotan

Hingga kini, sampah masih dipilah di TPS Kota Bandung.
Hingga kini, sampah masih dipilah di TPS Kota Bandung. (Foto: Pandu Muslim/JE)
0 Komentar

BANDUNG, JABAR EKSPRES – Beragam upaya dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) dalam menanggulangi kedaruratan sampah yang tengah terjadi di wilayah Kota Bandung. Pemanfaatan lahan guna pembuka TPS darurat hingga pelaksanaan program berjalan, diharapkan mampu mengatasi permalasahan tersebut.

Namun, program yang dihadirkan oleh Pemkot Bandung terkait penanggulangan sampah, hanya berfokus pada penanganan dari lingkup terkecil yaitu rumah tangga. Padahal, sampah yang dihasilkan oleh industri, hotel, dan pasar juga harus menjadi prioritas pemkot Bandung, dalam mengatasi permasalahan sampah yang tengah terjadi.

Hal tersebut yang kemudian disoroti oleh Ketua BP FK3I Jawa Barat sekaligus Ketua Dewan Daerah Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jabar, Dedi Kurniawan.

Baca Juga:Pabrik Gulung Tikar dan 150 Ribu Orang Hilang Pekerjaan di Jabar Imbas Mudah dan Murahnya Barang ImporPastikan Ratusan PKL Direlokasi, Pemkot Bogor Sidak Lokasi Penataan Kawasan Pasar Kebon Kembang

Menurutnya, Pemkot Bandung harus bersikap tegas terkait sampah yang dihasilkan oleh tempat komersial. Pasalnya, sampah yang dihasilkan pastinya memiliki jumlah yang banyak sehingga mengakibatkan TPS di sekitar mengalami overload.

“Harus ada tindakan Tegas menyoal sampah yang dihasilkan oleh industri, pasar, hotel, restoran,” ujar Dedi kepada Jabar Ekspres.

“Karena soal sampah yang dihasilkan oleh industrial dan pasar kan mekanisme nya kita gatau dibuangnya gimana, bisa saja hal itu yang menyebabkan penumpukan di TPS,” lanjutnya.

Selain itu, banyaknya wilayah yang belum menerapkan program yang diintruksikan oleh Pemkot Bandung, dikatakan Dedi karena kurangnya keberanian pemerintah dalam menekan kewilayahan untuk segera mengaplikasikan program tersebut.

“Pemerintah harus lebih berani menerapkan kebijakan untuk mengupayakan agar sampah bisa diolah ditingkat kelurahan, RT RW dan lingkup terkecil, yaitu rumah tangga,” katanya.

Hal ini apabila tak dilakukan nantinya pembukaan TPS darurat hanya dijadikan lokasi tempat pemindahan sampah sementara, yang kemudian diangkut dari satu lokasi ke wilayah lain.

“Jangan sampai TPS sementara hanya memindahkan sampah dari satu TPS ke TPS lain, yang nantinya menyebabkan penumpukan sampah masih terjadi,” bebernya.

Baca Juga:Tegas!!! Satpol PP Akan Segel Proyek Nimo LandBule Regang Nyawa Mertua di Banjar Kenal Sang Istri dari Facebook, Awal Cek Cok Dengan Mertua Karena Dituduh Curi Kotoran Kambing

Disisi lain, apabila langkah tegas berani diambil oleh Pemkot Bandung, kedepan beban TPS dalam menerima sampah yang dihasilkan oleh masyarakat bisa berkurang.

0 Komentar