JABAR EKSPRES – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung akan menerjunkan 150 petugas untuk memantau dan memeriksa kesehatan hewan kurban menjelang Idul Adha 2025. Tim akan dilepas secara resmi pada 19 Juni mendatang di Balai Kota Bandung.
Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, mengatakan bahwa tim akan bergerak secara serentak ke seluruh wilayah Kota Bandung.
Mereka akan memeriksa kesehatan hewan di titik-titik penjualan yang telah dipetakan, bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Padjadjaran dan Telkom University.
Baca Juga:Dari 1500 RW di Kota Bandung, Realisasi KBS Baru Sentuh 28 Persen!Gedung Kwarcab Kabupaten Bogor Diresmikan, Anggota Pramuka Diberi Pelatihan Platform Digital
“Teknisnya kita datangi penjual hewan kurban. Biasanya mulai masuk ke Kota Bandung sebulan sebelum Idul Adha,” kata Gin Gin saat dikonfirmasi Jabar Ekspres, baru-baru ini.
Meski kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kota Bandung saat ini nol, DKPP tetap mewaspadai kemungkinan penyebaran dari luar daerah.
“Kita bersyukur, Kota Bandung masih nol PMK. Tapi tetap kami khawatirkan saat mendekati hari raya, saat sapi masuk secara masif,” ujarnya.
Menurut Gin Gin, peternak kini lebih selektif dan proaktif dalam memasukkan ternak dari luar kota. Pemeriksaan rutin dan komunikasi intensif terus dilakukan sejak wabah PMK pada 2022.
Dia memastikan, pihak DKPP juga telah memberikan vaksinasi PMK kepada sekitar 600 ekor sapi dari 35 peternak di Bandung, termasuk beberapa booster.
Dirinya menjelaskan, pada saat pemeriksaan hewan kurban, nanti akan dilakukan dua tahap: antemortem (sebelum pemotongan) dan post-mortem (setelah pemotongan).
Hewan yang dinyatakan sehat akan diberi “kalung sehat” sebagai penanda dan dapat dicek masyarakat melalui aplikasi. “Kalung itu jadi jaminan keamanan bagi masyarakat,” pungkasnya.
