HJKB ke-213 di Tengah Darurat Sampah

JABAR EKSPRES  – Bersamaan dengan peringatan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-213, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung masih menjadikan masalah sampah sebagai prioritas yang harus diselesaikan.

Penjabat (Pj) Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono mengungkapkan, HJKB sebagai momentum penguatan komitmen mewujudkan Bandung sebagai kota yang unggul, nyaman, sejahtera, dan agamis dalam arti seluas-luasnya.

BACA JUGA: Jabar Peringkat 4 Rawan Pemilu, Apa Strategi Pimpinan Baru KPU Jabar?

“Kita juga harus waspada terhadap berbagai persoalan yang dihadapi saat ini, khususnya terkait sampah karena TPA Sarimukti terkendala,” ungkap Bambang dalam kata sambutannya, di Balai Kota Bandung, pada Senin (25/9).

Persoalan tersebut, kata Bambang, tentu saja harus diatasi dengan sigap. Lantaran masalah sampah yang sedang terjadi, menurutnya berkenaan dengan kualitas hidup masyarakat.

“Sehingga para pihak terkait dituntut saling bekerja sama dan bekerja lebih keras lagi, sesuai tema HJKB tahun ini, yakni: Bersatu, Berkarya, dan Kolaborasi untuk Bandung unggul,” kata Bambang.

Dirinya menambahkan, pekerjaan prioritas saat ini adalah mitigasi penanganan sampah. Terlebih berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi sampah mencapai 1.594,18 ton per hari pada tahun lalu.

Sementara itu, ada sebanyak 709,73 ton di antaranya adalah sampah makanan sekaligus sebagai penyumbang terbesar timbunan sampah.

“Itu berarti gerakan Kang Pisman harus terus ditingkatkan secara masif, dengan melibatkan para pihak terkait, yang esensinya adalah menangani sampah dari tingkat keluarga, baik kualitas maupun kuantitasnya,” tambahnya.

“Pemerintah Kota Bandung juga sedang mengupayakan pengadaan mesin pengolah sampah gibrig mini di 10 titik, guna melengkapi 3 TPSP yang dibangun Kementerian Pupr di Nyengseret, Cicabe, dan Tegallega, sekaligus dalam rangka percepatan kawasan bebas sampah,” pungkasnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan