Hasil pemeriksaan dokter melalui rontgen menunjukkan bahwa Mason mengalami paru-paru kolaps atau secara medis pneumotoraks spontan.
Kondisi tersebut memunculkan lubang pada paru-paru yang memungkinkan udara mengalir ke ruang kosong antara dinding paru-paru dan dinding dada.
Akibatnya paru-paru tidak dapat mengembang atau mengempis dengan baik. Mason pun akhirnya kesulitan bernapas, alami nyeri dada, dan detak jantung menjadi lebih cepat.
Baca Juga:Rekomendasi Makanan Untuk Membentuk Massa Otot agar Lebih AtletisEksotisnya Kawah Putih Patuha, Surga Keindahan Alam Kuningan
Mason akhirnya dirawat dengan memasukkan selang ke dalam dada untuk menyedot udara keluar dari ruang kosong tersebut. Proses pemulihan dilakukan dengan memberikan waktu yang cukup untuk paru-paru bisa menyembuhkan lubang dan memulihkan pernapasan normal tanpa bantuan mesin.
Kini remaja tersebut sudah berhasil pulih dan pulang dari rumah sakit. Dia juga berjanji untuk tidak menggunakan vape lagi. Bahkan ia juga sudah membuang semua vapenya. **
