JABAR EKSPRES — Kericuhan penomoran pemilihan kuwu (Pilwu) Cirebon di Desa Kapetakan, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon menjadi bahan evaluasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Cirebon.
Kepala DPMD Kabupaten Cirebon, Nanan Abdul Manan, menyampaikan di Desa Kapetakan ada tiga nama bakal calon.
“Ada tiga nama bakal calon di Desa Kapetakan, Pertama Nawati, Kedua Tursija, dan Ketiga Hj. Sumini,” katanya, Selasa 19 September 2023.
Baca Juga:Kolaborasi JNE Bersama Tab Space dan Grammars di Bandung, Dukung Karya Seni Para Seniman DisabilitasBeberapa Perilaku Berkendara Yang Sering Menyebabkan Kecelakaan
Walaupun diwarnai kericuhan, Nanan menyebut Desa Kapetakan tetap lanjut mengikuti tahapan pemilihan kuwu 2023.
Kepala Bidang Pemdes Aditya Arif Maulana, mengatakan kericuhan dalam penomoran bakal calon kuwu di Desa Kapetakan tetap berjalan.
Dikatakannya, Desa Kapetakan tetap melanjutkan tahap pemilihan kuwu selanjutnya.
“Belum ada pembicaraan ke arah sana, berati kami belum bisa berkomentar,” ulasnya.
Meski terjadi kericuhan saat mengundi penomoran calon pemilihan kuwu, dia memastikan bahwa hal tersebut tidak mengganggu proses penomoran bakal calon kuwu.
“Kalau secara aturan, normatif tetap berlanjut itupun kan keributan ada di luar, kemudian penetepan calon kan sudah berjalan,” ujarnya.
Pihaknya mengklaim, sosialisasi terkait kerumunan sudah sering dilakukan.
“Iya kan sudah kita sampaikan untuk mengurangi kerumunan, tidak mengumpulkan massa sudah banyak menyampaikan itu,” jelasnya.
“Belum ada laporan yang lain terkait keributan, cuma itu aja. yang lainnya aman-aman saja,” tutupnya.
