JABAR EKSPRES – Isu adanya peristiwa penganiayaan berupa pencekikan yang dilakukan seorang Menteri dalam rapat terbatas di Istana Presiden beredar mengejutkan publik. Hal itu pun mendapat tanggapan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Lebih lanjut, orang nomor satu di Indonesia tersebut mengatakan bahwa di tahun politik seringkali beredar berita semacam itu. Sehingga, ia pun meminta publik untuk selalu mengecek kebenaran informasi yang diterima terlebih dahului sebelum mencerna bahkan membagikannya.
“Memang tahun politik itu banyak berita-berita seperti itu. Tolong di kroscek, di kroscek kebenarannya jangan diterima mentah-mentah setiap ada berita,” kata Presiden Jokowi menegaskan.
Baca Juga:Kejar-kejaran dengan Pelaku Tabrak Lari Jadi Momen Berkesan AKP Triyono, Selama Jabat Kasat Lantas Polres Cirebon KotaViral Video Bentrok Dua Simpatisan Pilkades di Kabupaten Cirebon, Begini Penjelasan Polisi
Sebelumnya, Kepala Negara tersebut telah mewanti-wanti agar masyarakat berhati-hati dalam menggunakan media sosial terlebih pada tahun politik, seperti halnya kini menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2024 mendatang.
Pasalnya, belajar dari pengalaman sebelumnya, informasi yang tidak benar atau hoaks kerap terjadi dan menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat maupun para calon.
Sehingga, untuk meminimalisir tersebut Presiden Jokowi melalui sejumlah pihak terkait temasuk kepolisian mengimbau masyarakat untuk menggunakan media sosial dengan bijak terlebih pada saat memasuki tahun politik. (*)
