Khususnya di tahun 2021 dan 2022, bekerja sama dengan Maxi Consulting, program ini telah berhasil memberikan dampak positif bagi 778 UMKM di Jawa Tengah, Yogyakarta dan Bali, dengan dukungan berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah daerah terkait, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan kementerian terkait seperti Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Kementerian Koperasi dan UKM.
Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Kumpul, 92,08 persen peserta program tahun 2021 dan 2022 memiliki pemahaman yang lebih baik dalam menjalankan bisnis mereka. Hampir setengah (46,61 persen) dari responden juga mengalami peningkatan pendapatan setelah mengimplementasikan pengetahuan yang didapat dari program ini.
Selain itu, program ini juga membantu 58,27 persen UMKM yang berpartisipasi untuk mendapatkan sertifikasi usaha dan 74,28 persen memanfaatkan saluran digital yang sebelumnya tidak pernah mereka lakukan.
Baca Juga:‘EL7Z UP’ Girl Group Jebolan ‘Queendom Puzzle’ Umumkan Akan Segera “Debut”!Kader Demokrat Jabar Take Down Spanduk dan Konten Medsos Anies Buntut Isu Sepihak Gandeng Cak Imin
Sementara Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno mengatakan, Ekonomi kreatif merupakan sektor inklusif, membuka peluang kerja bagi siapapun, termasuk perempuan yang memilih menjadi Ibu rumah tangga. Hal ini sejalan dengan semangat yang diusung oleh Visa melalui program Ibu Berbagi Bijak.
“Perempuan saat ini mendominasi ekonomi kreatif, maka diperlukan literasi keuangan yang cukup untuk bekal mereka mengelola usahanya. Saya memberikan apresiasi kepada Visa Indonesia atas terselenggaranya program Ibu Berbagi Bijak 2023. Saya berharap makin banyak ibu-ibu yang menerima manfaat dari program ini,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Kusmana Hartadji yang mewakili Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi program Ibu Berbagi Bijak yang sudah membantu para pelaku UMKM Perempuan, khususnya di Jawa Barat untuk membantu mereka mengembangkan dan meningkatkan skill set yang mereka butuhkan.
“Di era digital seperti sekarang ini, pelaku bisnis dituntut wajib untuk kreatif dan inovatif. Kami juga sangat mengapresiasi upaya pembekalan literasi keuangan dan digital seperti program Ibu Berbagi Bijak, yang kami harap akan berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Horas V.M. Tarihoran mengatakan, Literasi keuangan adalah kunci untuk memahami konsep seperti anggaran, investasi, pengelolaan utang, dan perencanaan masa depan.
