Bisnis Kerja Sama Lisensi EF Kids & Teens Dorong Potensi Pengembangan SDM Unggul Melalui Bidang Pendidikan

Bisnis Kerja Sama Lisensi EF Kids & Teens Dorong Potensi Pengembangan SDM Unggul Melalui Bidang Pendidikan
Dokumentasi EF Kids & Teens Indonesia.
0 Komentar

Jabar Ekspres – 24 Agustus 2023, EF Kids & Teens merupakan perusahaan multinasional dengan jaringan sekolah Bahasa Inggris terbesar di dunia yang berkantor pusat di Lucerne, Swiss. Memiliki pengalaman lebih dari 50 tahun di dunia dan 30 tahun lebih di Indonesia, dengan lebih dari 87 sekolah  tersebar di berbagai kota di Indonesia, yang berfokus dalam mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris anak usia 3 hingga 18 tahun, EF Kids & Teens Indonesia akan melakukan ekspansi bisnis secara agresif di awal tahun 2024 mendatang.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukan pertumbuhan ekonomi triwulan II 2023 naik 5,17 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 5,04 persen. Pertumbuhan ekonomi Indonesia terbilang tinggi ditengah perlambatan ekonomi global, sehingga ke depannya, pertumbuhan ekonomi 2023 diperkirakan tetap kuat pada batas atas kisaran 4,5-5,3 persen. Dengan demikian, Indonesia masih dapat optimis namun realistis untuk terus memperkuat dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produktivitas dan pembangunan di berbagai sektor potensial di tengah tantangan global dan domestik yang dihadapi.

Dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Indonesia tahun 2023 menyebutkan peningkatan produktivitas diharapkan mampu mengantarkan Indonesia mencapai transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dimana dalam transformasi ekonomi, dua diantaranya, adalah SDM berdaya saing dan produktivitas di sektor ekonomi.

Baca Juga:Prakiraan Cuaca Bandung Hari ini, Kamis (24/8): BerawanPeringati Kemerdekaan RI, POLRI Lakukan Aksi Tanam 4000 Pohon

Dengan memanfaatkan sektor bisnis kerja sama lisensi di bidang pendidikan, EF optimis Indonesia mampu mengakselerasi percepatan pengembangan dan pembangunan terutama dalam peningkatan ekonomi Indonesia.

0 Komentar