JABAR EKSPRES – Pasukan Dukungan Cepat (RSF), sebuah kelompok paramiliter utama di Sudan, mengakui pada Senin (21/8) bahwa mereka telah menewaskan 260 tentara dari Pasukan Bersenjata Sudan (SAF) dalam bentrokan yang berlangsung dengan intensitas tinggi.
Namun, SAF membantah klaim ini. Mereka mengkonfirmasi bahwa pasukan khusus militer mereka berhasil menolak serangan RSF di unit tank tersebut.
“Pasukan kami berhasil menggagalkan upaya serangan RSF yang tidak berhasil. Unit pasukan khusus SAF berhasil mengatasi RSF dan saat ini masih melacak mereka serta melakukan pemeriksaan di sekitar area unit tank,” begitu yang diungkapkan oleh RSF melalui pernyataan di media sosial.
Baca Juga:Kemenko Marves dan Kadin Gelar ISF, Berkomitmen Wujudkan Pertumbuhan EkonomiSatgas Yonif 310/KK Bantu Obati Warga Kampung Yabanda di Perbatasan RI-PNG
Konflik antara RSF dan SAF yang berkecamuk sejak 15 April telah menyebabkan ribuan korban jiwa dan lebih dari empat juta orang mengungsi, terutama di Khartoum dan Negara Bagian Darfur.
