Perjalanan Dua Tahun Pemerintahan Taliban: Gelombang Persekusi Terhadap Perempuan Afghanistan

Sebuah laporan terbaru dari Afghan Witness mengungkapkan bahwa perempuan di Afghanistan telah menjadi korban kejahatan berbasis gender yang mengerikan, termasuk femisida yang mengerikan, selama negara tersebut dikuasai oleh Taliban.
Sebuah laporan terbaru dari Afghan Witness mengungkapkan bahwa perempuan di Afghanistan telah menjadi korban kejahatan berbasis gender yang mengerikan, termasuk femisida yang mengerikan, selama negara tersebut dikuasai oleh Taliban.Sebuah laporan terbaru dari Afghan Witness mengungkapkan bahwa perempuan di Afghanistan telah menjadi korban kejahatan berbasis gender yang mengerikan, termasuk femisida yang mengerikan, selama negara tersebut dikuasai oleh Taliban.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sebuah laporan terbaru dari Afghan Witness mengungkapkan bahwa perempuan di Afghanistan telah menjadi korban kejahatan berbasis gender yang mengerikan, termasuk femisida yang mengerikan, selama negara tersebut dikuasai oleh Taliban. Laporan tersebut mengidentifikasi lebih dari 3.000 klaim pelanggaran hak asasi manusia sejak kekuasaan Taliban berawal pada Agustus 2021.

Para peneliti yang mengandalkan data dari sumber terbuka telah secara cermat mendokumentasikan lebih dari 1.900 kasus pelanggaran hak asasi manusia, termasuk pembunuhan, penahanan sewenang-wenang, dan penyiksaan yang telah terjadi sejak awal tahun lalu.

Pentingnya laporan Afghan Witness juga terletak pada fakta bahwa banyak mayat perempuan ini ditemukan terbuang di sungai atau jalan-jalan. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa korban-korban ini sering mengalami penyiksaan atau mati lemas sebelum tubuh mereka dihempaskan begitu saja.

0 Komentar