JABAR EKSPRES – Korea Selatan di landa kecemasan setelah tiga insiden penikaman terjadi secara berurutan.
Kini, polisi tengah berusaha mengejar dan menginvestigasi 54 individu yang terkait dengan ancaman pembunuhan yang tersebar di dunia maya. Yang membuat warga khawatir bahwa kejadian serupa dapat terulang.
Insiden di Seongnam menarik perhatian publik karena pelaku mengawali aksinya dengan menabrakkan mobilnya ke trotoar yang di penuhi pejalan kaki.
Baca Juga:Cara Awal Melakukan Diet Intermittent Fasting untuk PemulaPenyelidikan Polisi Terkait Pencurian Pelat Besi JPO di Kalideres
Setelah itu, ia keluar dari mobil dan menyerang sejumlah orang di dalam sebuah pusat perbelanjaan di Seongnam. Pelaku akhirnya berhasil di tangkap, namun 14 orang mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
Seorang warga lain di daerah tersebut, Choi Jun Ho, Mengungkapkan bahwa ia kini lebih waspada saat berjalan menuju tempat kerjanya di dekat pusat perbelanjaan tersebut.
“Sangat menakutkan. Kejadian seperti ini bisa saja terjadi di dekat saya,” ujar Choi.
Namun, ketakutan warga belum mereda ketika sehari setelahnya, kasus penikaman kembali terjadi di Korea Selatan. Kali ini, seorang pria menikam seorang guru di Sekolah Menengah Atas Songchon di Dejeon.
Menurut laporan Associated Press, pejabat dari Badan Kepolisian Metropolitan Daejeon menyatakan bahwa pelaku menunggu guru tersebut keluar dari kelas, lalu menyerangnya dengan senjata tajam.
Meskipun pelaku mencoba melarikan diri, aparat kepolisian berhasil menangkapnya.
Dua insiden beruntun ini terjadi sekitar dua pekan setelah insiden penikaman di Seoul pada 21 Juli.
Pada waktu itu, seorang pria menyerang setidaknya empat pejalan kaki di dekat stasiun kereta bawah tanah, menyebabkan satu orang tewas dan tiga orang lainnya terluka.
