JABAR EKSPRES – Menkes Budi G. Sadikin bertemu dengan Elon Musk untuk membahas terkait kemungkinan kerja sama pemerintah Indonesia dan Starlink.
Diketahui bahwa Starlink ini merupakan jaringan satelit yang dimiliki Elon Musk.
Pemerintah Indonesia berencana untuk bekerja sama dengan Starlink dalam membangun akses internet di puskesmas 3T (Tertinngal, Terdepan dan Terluar).
Baca Juga:Film Catatan Si Boy 2023 Bakal Tayang 17 Agustus, Ini Sinopsis FilmnyaCara Nonton Film “Just Mom” di Bioskop Online, Beli Tiket di Web dan Aplikasi
Menkes Budi berkunjung langsung ke Amerika Serikat dan menjelaskan bahwa kunjungan kerjanya tersebut sebagai upaya untuk memastikan layanan kesehatan yang setara dan merata di tanah air.
Keberadaan puskesmas sebagai garda terdepan di setiap daerah untuk membentuk masyarakat yang sehat, sehingga dipastikan infrastruktur yang dimiliki haruslah memadai.
Ternyata dari 10 ribu lebih puskesmas yang ada di tanah air, ada sekitar 2.200 puskesmas dengan 11.100 Puskesmas Pembantu yang belum mempunyai akses internet.
Upaya peningkatan konektivitas internet ini, bisa membuka jalan yang lebih baik untuk layanan kesehatan.
Tak hanya itu akses komunikasi antar daerah juga akan lebih mudah sehingga pelaporan dari fasilitas pelayanan kesehatan dapat real time.
Kegiatan peningkatan konektivitas internet ini juga mendukung agenda digitalisasi transformasi kesehatan Indonesia.
“Dengan adanya akses internet, konsultasi layanan kesehatan dapat dilakukan secara online. Peningkatan kemampuan tenaga kesehatan lewat pelatihan jarak jauh juga bisa dilakukan,” ujar Menkes Budi, dikutip dari laman SehatNegeriku.
Baca Juga:Potret Anang dan Krisdayanti Duet Bareng, Netizen Puji Ashanty dan Raul Lemos yang Berhati BesarVenna Melinda Resmi Cerai, Ferry Irawan Wajib Bayar Nafkah Mut’ah dan Iddah
Perusahaan Spaceflight Swasta SpaceX sebagai developer sebuah jaringan satelit bernama Starlink ini.
Fungsi Starlink adalah untuk menyediakan internet murah ke lokasi terpencil.
Starlink juga menjadi satelit pertama dan terbesar di dunia dengan konstelasi menggunakan orbit bumi yang rendah untuk menghadirkan internet broadband yang mampu mendukung kegiatan online.
Beberapa negara lainnya seperti Filipina, Rwanda, Mozambik, dan Nigeria sudah memiliki fasilitas layanan kesehatan yang menggunakan Starlink.
