JABAR EKSPRES – Total korban tewas akibat serangan bom bunuh diri yang menerjang sebuah masjid di kompleks polisi, Peshawar, pada Senin pekan ini telah mencapai angka yang tragis, yaitu 100 orang. Dalam insiden memilukan itu, sebagian besar korban tewas adalah aparat kepolisian. Serangan terjadi saat sekitar 400 personel kepolisian tengah melaksanakan salat ashar.
Melansir dari berbagai sumber kepala Kepolisian Peshawar, Ijaz Khan, memberikan pernyataan kepada AFP pada Selasa (31/1), mengungkapkan bahwa aparat kepolisian menjadi sasaran karena berada di garis depan dalam menghadapi kelompok militan. Pelaku berusaha melemahkan semangat kepolisian sebagai kekuatan penegak hukum.
“Puing-puing atap runtuh, dan aku berada di celah antara langit-langit dan dinding yang menyelamatkan hidupku,” ujarnya seperti yang dilaporkan oleh CNN.
Baca Juga:Pentolan Kudeta Niger, Jenderal Salifou Mody, Temui Presiden Transisi Assimi Goita dan Sekutu Wagner Group di MaliWow, Timnas Voli Putri Indonesia Berangkat ke SEA V League 2023 dengan 14 Pemain Hebat
Otoritas Pakistan masih melakukan penyelidikan menyeluruh terkait insiden ini. Kepala Staf Militer Pakistan, Jenderal Asim Munir, dengan tegas mengutuk serangan itu dan menegaskan bahwa para pelaku akan diadili sesuai hukum yang berlaku.
