JABAR EKSPRES – Ganjar Pranowo, yang akan menjadi Calon Presiden (Bacapres) pada masa mendatang, menghadiri acara silaturrahmi relawan Ganjar Pranowo pada tanggal 1 Muharram 1445 Hijriyah di Gedung Serbaguna Senayan, Jakarta Pusat, pada hari Rabu, 19 Juli 2023.
Dalam kesempatan tersebut, terungkap bahwa Ganjar Pranowo tidak mempermasalahkan pencopotan baliho dirinya oleh TNI.
Mengenakan kemeja garis hitam putih, Ganjar mengungkapkan pandangannya mengenai baliho yang sebelumnya telah dicopot oleh tentara.
Baca Juga:DPR Amerika Serikat: Israel Bukan Negara Rasis dan ApartheidPenyelamat di Korea Selatan Membawa Delapan Mayat dari Terowongan yang Terendam Banjir
Dalam pidatonya di hadapan para relawan, Ganjar Pranowo mengakui bahwa dia tidak terlalu memikirkan masalah pencopotan baliho tersebut.
Selain itu, bahkan di Cilacap, dia juga pernah mendengar bahwa baliho yang menampilkan wajahnya menutupi baliho caleg dari Partai Gerindra. Namun, dia malah meminta orang itu untuk menghapus baliho tersebut.
“Di Cilacap, ada baliho anggota DPR RI dari Gerindra, balihonya ditutup oleh baliho saya. Direkam seseorang dikirim pesan gimana mas Ganjar kadernya seperti itu,” kata Ganjar saat tengah bercerita dalam pidatonya itu.
“Oke Mbak copot dalil saya buang jauh-jauh. Anda bakar pun saya ikhlas karena saya tidak pernah abu-abu,” tambahnya.
Baliho Ganjar Pranowo di wilayah TNI telah dihapus. Kapuspen telah memberikan pernyataan bahwa pencopotan tersebut bertujuan untuk menjaga netralitas TNI dalam Pemilu tahun 2024.
Baliho Ganjar Pranowo yang dicopot terletak di Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah.
