Viral! Wanita Mengalami Perubahan Kulit Wajah akibat Skincare yang Mengandung Merkuri

Viral! Wanita Mengalami Perubahan Kulit Wajah akibat Skincare yang Mengandung Merkuri
Viral! Wanita Mengalami Perubahan Kulit Wajah akibat Skincare yang Mengandung Merkuri
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kisah seorang wanita bernama Tya di Kalimantan Timur menjadi viral setelah mengalami perubahan warna kulit wajah yang menggelap seperti terbakar akibat skincare yang mengandung merkuri.

Ia mengakui bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh penghentian penggunaan produk krim wajah yang mengandung merkuri.

Skincare adalah bagian penting dari rutinitas perawatan kulit yang banyak dilakukan oleh banyak orang.

Baca Juga:Viral di TikTok Calon Pengantin Pria Bawa Rombongan hingga 1000 OrangViral Istilah Grimace Shake, Apa Itu? Begini Penjelasannya

Namun, perlu diingat bahwa tidak semua produk skincare aman untuk digunakan.

Salah satu bahan berbahaya yang perlu diwaspadai adalah merkuri.

Merkuri adalah bahan kimia yang umumnya digunakan dalam beberapa produk skincare untuk tujuan pemutihan kulit, menghilangkan noda hitam, atau mengurangi tanda-tanda penuaan.

Penggunaan produk skincare yang mengandung merkuri dapat menimbulkan bahaya serius bagi kesehatan kulit dan tubuh secara keseluruhan.

Salah satu risiko utama yang terkait dengan penggunaan skincare yang mengandung merkuri adalah keracunan merkuri. Merkuri dapat diserap oleh kulit dan masuk ke dalam aliran darah kita.

Paparan jangka panjang terhadap merkuri dapat menyebabkan kerusakan pada sistem saraf, ginjal, dan sistem kekebalan tubuh.

Hal ini dapat mengakibatkan gangguan neurologis, kelainan perkembangan, serta masalah kesehatan lainnya.

Selain itu, penggunaan skincare yang mengandung merkuri juga dapat menyebabkan iritasi, inflamasi, dan reaksi alergi pada kulit.

Baca Juga:Viral di TikTok, Messi Belanja di Supermarket Tanpa GangguanMau Cuan Tambahan? Coba 3 Ide Kerja Sampingan yang Bikin Cepat Kaya

Gejala yang mungkin timbul termasuk kemerahan, gatal-gatal, ruam, dan kulit kering.

Pada kasus yang lebih parah, penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan hiperpigmentasi, merusak kolagen, dan merugikan struktur kulit secara keseluruhan.

0 Komentar