JABAR EKSPRES – Ukuran tubuh seseorang sering kali di kaitkan dengan risiko kolesterol tinggi. Banyak yang mengira bahwa orang yang bertubuh gemuk adalah yang berisiko tinggi mengalami kolesterol tinggi, sementara orang yang kurus di anggap aman. Namun, menurut laman heart.org.uk, anggapan tersebut hanyalah mitos semata. Kenyataannya, orang yang kurus pun juga dapat memiliki kadar kolesterol yang tidak sehat.
Faktor genetik juga dapat memengaruhi seseorang yang memiliki tubuh kurus tapi kadar kolesterol tinggi. Kondisi ini dapat di pengaruhi oleh faktor keturunan dari keluarga. Misalnya, jika orangtua atau saudara memiliki riwayat kolesterol tinggi, maka ada kemungkinan bahwa seseorang dengan tubuh kurus juga dapat mengalami hal yang sama.
Penting bagi pemilik tubuh kurus untuk memperhatikan tanda-tanda kolesterol tinggi. Beberapa tanda tersebut meliputi sering merasa mengantuk, kesemutan pada kaki atau tangan, pegal-pegal terutama di pundak atau tengkuk leher, nyeri pada kaki, xanthelasma atau noda kuning di kelopak mata, kram di beberapa bagian tubuh terutama pada malam hari, dan nyeri dada yang di sebabkan oleh penumpukan plak di pembuluh darah.
Baca Juga:Heboh! Sosok Selingkuhan Suami Selebgram Meylisa Zaara Terungkap, Netizen Geram!!Proyek TikTok ‘Project S’ Viral Ancam UMKM, Lalu Bagaimana Nasib Pasar?
Bagi mereka yang memiliki tubuh kurus, penting untuk mencegah kolesterol tinggi sejak dini dengan mengubah pola makan. Direkomendasikan untuk mengonsumsi lebih banyak makanan berserat, baik serat larut maupun tidak larut, karena serat dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dengan mengikat dan membawa kelebihan kolesterol dari tubuh.
