JABAR EKSPRES – Semenjak Revolusi Iran (1979), Iran melarang perempuan untuk datang ke stadion menyaksikan pertandingan sepak bola.
Selama beberapa dekade, Iran hanya mengizinkan perempuan untuk datang ke stadion hanya dalam kesempatan-kesempatan langka saja.
Angin segar mulai datang perlahan. Dengan kata lain, baru-baru ini pemerintah Iran bakal mencabut larangan tersebut.
Baca Juga:Pascakekacauan di Prancis, Belasan Ribu Kendaraan Dibakar hingga Ribuan Bangunan yang DirusakPemerintah Swedia Mempertimbangkan Hukum Larangan Penodaan Al-Qur’an
“Tahun ini, salah satu fitur yang menonjol dari liga ini… adalah kita akan menyaksikan kehadiran perempuan di stadion,” ungkap Mehdi Taj, kepala Federasi Sepak Bola Iran, Minggu, 10 Juli 2023, dikutip dari TRT World.
Dengan demikian, pertandingan sepak bola liga Iran di stadion-stadion di Iran, seperti di kota Isfahan, Kerman, dan Ahvaz, sudah bisa dihadiri oleh perempuan.
Larangan ini didasarkan pada pandangan konservatif yang dipegang oleh beberapa elemen masyarakat Iran, yang menganggap campur tangan perempuan dalam lingkungan olahraga sebagai tidak sesuai dengan nilai-nilai agama dan budaya yang ada di negara tersebut.
Salah satu alasan yang sering dikemukakan adalah untuk melindungi perempuan dari lingkungan yang dianggap tidak sesuai, seperti kemungkinan adanya perundungan atau penghinaan.
Pihak berwenang juga berargumen bahwa kehadiran perempuan di stadion dapat menciptakan situasi yang tidak aman, dan oleh karena itu, melarang perempuan datang ke stadion dianggap sebagai tindakan perlindungan.
