JABAR EKSPRES – Jepang sedang bersiap-siap untuk menjalankan rencana kontroversialnya dengan membuang air limbah olahan dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima ke Samudra Pasifik. Sejak terjadinya tsunami pada tahun 2011 yang menghancurkan PLTN tersebut, lebih dari satu juta ton air limbah yang telah diolah telah terkumpul di lokasi tersebut.
Meskipun rencana pembuangan ini telah direncanakan sejak dua tahun lalu, namun hingga saat ini masih menjadi sumber kontroversi. Badan Energi Atom Internasional (IAEA), lembaga pengawas nuklir PBB, telah mengeluarkan laporan yang mendukung rencana Jepang ini.
Tak hanya itu, negara China juga tidak ragu-ragu menuduh Jepang memperlakukan laut sebagai “tempat pembuangan sampah pribadi”. Sementara itu, pihak Jepang tetap bersikeras bahwa air limbah yang akan dibuang aman. Mereka juga berencana untuk melakukan pembuangan secara bertahap selama 30 tahun ke depan, bukan secara sekaligus.
