“Inspirasinya dari sepenggal kisah jarak jauh saya juga bersama Komang sebelum menikah bertahun-tahun silam. Dalam lirik pun, ada kalimat spesifik yang pernah saya ucapkan kepada Komang di masa itu.”
Masih mengusung genre yang sama dengan single Aruma sebelumnya, tapi di bagian akhir, tempo lagu ini lebih upbeat meski tetap tidak menghilangkan unsur sedih yang diusung. “Ya, genrenya masih sama dan juga memiliki nuansa sedih seperti “Muak”.
Kalau single sebelumnya menggambarkan seseorang yang sudah muak dengan janji manis pasangannya, kali ini, aku ingin memperlihatkan bahwa tidak semua orang mempunyai ekspektasi yang sama dalam suatu hubungan, baik itu perempuan maupun laki-laki.
Baca Juga:Cocok Buat Nugas atau Nongkrong! 3 Rekomendasi Cafe di Bogor untuk Kamu4 Rekomendasi Tempat Wisata Bogor yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga!
Setiap insan tidak bisa menaruh ekspektasinya berlebihan karena, pada akhirnya, kita harus saling mengerti dan menghargai pendirian masing masing,” kali ini, giliran Aruma yang menjelaskan.
Dengan maknanya yang terasa dalam, Aruma berharap, lagu ini bisa diterima para pencinta musik di Tanah Air, baik yang sudah mendengarkan “Muak” atau malah baru berkenalan dengan Aruma melalui “Ekspektasi” ini.
“Aku berharap, lagu ini mendapat sambutan positif seperti single pertama aku, sekaligus bisa mewakili perasaan setiap pasangan yang mempunyai ekspektasi berbeda dalam hubungan.
Semoga melalui lirik di lagu ini, mereka bisa lebih mengerti dan menghargai perasaan pasangan masing-masing agar hubungan yang sudah diperjuangkan sama-sama akan tetap bertahan.”
