JABAR EKSPRES – Aktivis hukum dari Universitas Andalas, Feri Amsari menyoroti kepemimpinan Firli Bahuri di Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK yang baru-baru ini menyita perhatian publik.
Bahkan aktivis hukum, Feri Amsari pun menanggapi soal pertemuan beberapa waktu lalu antara Pimpinan KPK Firli Bahuri dengan Tuan Guru Bajang (TGB).
“Saya akan menguraikan kasus yang menghukum beliau. Salah satu kasus itu adalah kasus bermain tenis bersama salah seorang yang sedang berperkara di KPK.
Baca Juga:Pedas! Aktivis Hukum Feri Amsari Sampaikan Kritik: KPK Tamat Sejak Firli Bahuri Jadi Ketua!KPK Tetapkan 10 Tersangka dalam OTT DJKA Kemenhub, Dugaan Korupsi Proyek Jalur Rel Kereta Api
Feri Amsari juga menegaskan bahwa perbuatan tersebut mencerminkan kurangnya integritas pimpinan KPK, termasuk Firli Bahuri yang sebelumnya menjabat sebagai deputi penindakan KPK.
Menurut Undang-Undang KPK, syarat menjadi pimpinan KPK adalah memiliki integritas yang tinggi.
Pertemuan tersebut semakin menuai kritikan dari masyarakat, terlebih lagi ketika diketahui bahwa Tuan Guru Bajang atau TGB sedang berperkara di KPK.
Hal ini menimbulkan keraguan terhadap independensi KPK dalam menangani kasus korupsi di Indonesia.
Masyarakat menuntut agar KPK menjaga independensinya dan tidak terlibat dalam konflik kepentingan.(*)
