Mengapa Pengobatan Alternatif Masih Laris?

Aksi Ida Dayak saat melakukan pengobatan pada pasiennya yang mengalami tulang bengkok pada tangannya (Tiktok)
Aksi Ida Dayak saat melakukan pengobatan pada pasiennya yang mengalami tulang bengkok pada tangannya (Tiktok @idadayakofficial)
0 Komentar

Dalam sejarah perkembangan ilmu kedokteran, dahulu pendekatan diagnosis dan terapi dilakukan dengan menggunakan kedokteran intuitif. Ini dilakukan oleh para dukun, para pengobat atau tabib, di mana mereka mencoba menggunakan cara tertentu, kemudian dilihat pengalamannya saat dibagikan kepada orang lain.

Kemampuan ini kemudian dipertahankan secara turun-temurun dari orang tua atau dari nenek-moyangnya.

Terkait metode pengobatan itu, Prof. Ari mengatakan bahwa pengobatan alternatif dapat ditemui di belahan bumi mana pun.

Baca Juga:Cegah Dito Mahendra Lari ke Luar NegeriAntisipasi Kenaikan Harga, Satgas Pangan Polri Sidak Pasar di Bandung

“Di Amerika sekalipun, ada saja pengobat-pengobat tradisional, misalnya yang dilakukan oleh suku-suku di Amerika Latin,” katanya.

Bagaimanapun, ada orang yang merasa lebih nyaman berobat kepada pengobat tradisional dibandingkan dokter. Atau pasien yang bolak-balik merasa tidak sembuh, mereka berusaha mencari terapi alternatif.

“Mudah-mudahan ketika dia merasa bahwa terapi yang ditawarkan ini sesuai yang diharapkan, sakitnya bisa disembuhkan,” ujar Prof. Ari.

0 Komentar