BANDUNG – Kampoeng Rajoet Binong Jati sudah ada sejak 1960 an. Di 2023 ini, kampung yang ada di Kelurahan Binong itu bakal menggelar sejumlah event. Tujuannya juga untuk mendongkrak pendapatan dan makin memboomingkan lagi kampung tersebut.
Koordinator Kampoeng Rajoet Binong Jati Eka Rahmat Jaya mengungkapkan, rencana terdekat adalah peluncuran Merajut Asa. Yakni salah satu fasilitas wisata dimana para pengunjung bisa belajar praktek merajut. “Selama inikan datang belanja aja, ini bisa merasakan langsung merajut,” tuturnya.
Selain itu, Eka bersama timnya juga tengah mempersiapkan untuk kembali menggelar Lomba Merajut Wajah. Rencananya bakal digelar pada Oktober – November nanti.
Baca Juga:Produksi Padi Jabar Capai 9,43 Juta Ton, Tertinggi Kedua se-IndonesiaAdaptasi Tren dan Perkuat Medsos, Kunci Kampoeng Rajoet Bandung Mampu Bertahan
Menurut Eka, Kampoeng Rajoet juga telah diresmikan sebagai Kampung Wisata Kreatif pada Oktober 2021 lalu. Peresmian ini juga berdampak positif kepada para perajin maupun warga setempat. Karena pengunjung juga makin ramai berdatangan.
Kampoeng Rajoet kerap didatangi pejabat, perwakilan dinas, hingga Presiden Jokowi juga pernah menapakkan kaki di kampung yang tak jauh dari Jalan Soekarno – Hatta itu.
Bagi Eka, pengembangkan Kampoeng Rajoet yang juga menjadi Kampung Wisata Kreatif ini juga masih butuh dukungan lagi untuk penambahan sejumlah fasilitas penunjang. Utamanya adalah lahan parkir dan aksestabilitas. Mobil besar tidak bisa masuk kampung, sehingga harus parkir di pinggir jalan besar.
Sementara itu, Lia Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Binong menambahkan, pengembangan Kampung Wisata Kreatif itu tentu memberikan dampak positif di masyarakat. Data 2019 sedikitnya ada 406 perajin rajut di kampung itu.
Selain para pemilik usaha, masyarakat sekitar Kampoeng Rajoet juga mendapatkan dampak positifnya. Pertama ada yang bekerja sebagai karyawan di perajin – perajin besar. Lalu bisa juga berjualan aneka kebutuhan hingga kuliner ketika ada pengunjung yang datang. “Bahkan kalau ada perajin yang mendapat order produksi banyak gitu sebagian di distribusikan ke perajin lain. Sistem maklun,” ucapnya.
Kampoeng Rajoet biasanya akan ramai ketika Jumat. Karena itu eventnya pasar mingguan. Para perajin banyak yang mendagangkan produknya di sepanjang jalan kampung. (mg4)
