Sementara akibat-akibat lainnya, hewan yang terjangkit bakal mengalami penurunan kondisi fisik, lemah, mengeluarkan leleran hidung dan mata, pembengkakan limfonodus subscapula dan prefemoralis, serta dapat terjadi oedema pada kaki.
Selain itu, LSD juga dapat meyebabkan abortus, penurunan produksi susu pada sapi perah, infertilitas dan demam berkepanjangan.
Pada akhirnya, kewaspadaan terhadap penyakit LSD di Indonesia perlu ditingkatkan. Diantaranya dengan memperkuat sistem surveilans deteksi dini penyakit, memperketat pemeriksaan lalu lintas hewan, dan meningkatkan kapasitas pengujian dan diagnosis penyakit LSD.
Baca Juga:Ada Apa dengan Cina?Charlie Hebdo Kembali Bikin Heboh
Terlebih lagi, vaksinasi untuk daerah bebas LSD seperti Indonesia masih belum intens dikerjakan. Padahal pencegahan secara spesifik yang bisa dilakukan, yakni melalui vaksinasi.
Lantaran meskipun angka kematian akibat LSD di bawah 10 persen, capaian morbiditas dari penyakit tersebut nyatanya menyentuh sekira 45 persen.
LSD Ganggu Produktivitas Sapi
Selain penyakit mulut dan kuku (PMK), LSD diketahui bakal mengganggu produktivitas peternakan.
Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian (Kementan), drh Makmun menyebut, hal itu diperparah apabila tak ditangani dengan baik dan benar.
Lantas dirinya mengapresiasi Kabupaten Sleman, lantaran gerak cepat dengan meluncurkan vaksinasi LSD pertama kali.
“Merupakan wujud proaktif pemerintah untuk mencegah LSD,” kata Makmun dilansir dari Antara, Kamis (15/2).
Kebobolan dari Tahun Lalu?
Sementara sedari Maret tahun lalu, Kepala Perwakilan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa Bangsa (FAO) di Indonesia dan Timor Leste, Rajendra Aryal, mengatakan bahwa LSD telah sedang melanda sejumlah negara.
Baca Juga:HPN 2023, BNI Komitmen Dukung Peningkatan Kompetensi WartawanTragedi Itu Bernama Sabtu Kelabu
Melalui paparannya di Jakarta, pada Sabtu, 19 Maret 2022, dia menuturkan, LSD sudah menjangkiti negara Malaysia, Vietnam, Thailand, Singapura, serta negara-negara lain di Asia.
Adapun di dalam negeri, kasus LSD yang tercatat pertama kali dan paling awal diawasi berada di Provinsi Riau.
Bahkan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementan, Nasrullah menegaskan, pihaknya langsung sigap melakukan vaksinasi serentak dari mulai wilayah tersebut.
“Bertujuan guna mencegah dan perluasan penyakit,” tegas Nasrullah pada Sabtu, 12 Maret 2023.
Namun pada akhirnya, ikhtiar tersebut belum berhasil membendung LSD. Lantaran kasus penyakit yang menyasar hewan ternak itu, sudah sampai ke wilayah Jabar. Bahkan, sedari tahun lalu.
