Stok Beras Nasional Cukup, Tapi Kenapa Harus Impor?

Pekerja di Kios beras Pasar Induk Cipinang tengah melakukan penataan beras
Pekerja di Kios beras Pasar Induk Cipinang tengah melakukan penataan beras
0 Komentar

Jabarekspres – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) memberikan laporan mengenai stok beras nasional kepada Wakil Presiden (Wapres) KH. Ma’ruf Amin.

Melalui keterangan resminya, Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi mengatakan, Wapres berdiskusi dengan Mentan mengenai kondisi stok beras yang dinyatakan cukup memadai.

Menurut Masduki, dalam diskusi itu dijelaskan mengenai alasan impor beras yang bertujuan untuk stabilitas harga yang pada akhir tahun lalu mengalami peningkatan.

Baca Juga:Jurus Jitu BRI Terapkan Strategi untuk Capai Target pada 2022Bawaslu Temukan 164 Calon Anggota DPD RI Diduga Catut Nama dan NIK Masyarakat

‘’Jadi beras impor itu untuk menjaga kondisi pisikologis tehadap kondisi beras di pasaran karena ada kenaikan harga,’’ ujar dia.

Meski Begitu, Waktu itu SYL juga mengatakan, bahwa untuk tidak melakukan impor juga sebenarnya sudah cukup. Terlebih memasuki awal tahun beberapa wilayah di Indonesia akan memasuki panen raya.

SYL juga berencana akan mengajak Wapres, untuk melakukan peninjauan langsung stok beras nasional dan berkunjung ke beberapa daerah dalam rangka pembangunan pertanian.

“Jadi Wapres diajak untuk berkunjung ke daerah-daerah yang sukses pembangunan pertaniannya baik di Jawa maupun di luar Jawa,” katanya.

Masduki Baidlowi mengatakan, wapres rencananya akan mengunjungi Wonosobo, Jawa Tengah dan akan menghadiri Rapat Kerja Nasioonal (Rakernas) untuk membahas pembangunan pertanian 2023.

Salah satu daerah yang masuk dalam daftar kunjungan itu adalah Wonosobo, Jawa Tengah. Setelah itu ada beberapa daerah lainnya yang juga akan dikunjungi.

Sementara itu, di Pasar Induk Cipinang yang menjadi setra penjualan di Jakarta, sudah masuk 24.000 ton beras impor.

Baca Juga:Catatkan Kinerja Impresif, Kepemimpinan Direktur Utama BRI Mendapat ApresiasiKementerian PUPR Kewalahan Sediakan Backlog Rumah

Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi mengatakan, keberadaan beras impor tersebut nantinya akan terus ditambah stoknya.

“Jadi kita akan guyur terus dan saya lapor ke Pak Presiden angkanya akan kita jadikan 30 ribu ke atas,” ujarnya.

Arief mengatakan, para pedagang di pasar induk Cipinang juga akan memiliki kewajiban untuk membayar beras Bulog yang sudah disalurkan.

Beras yang dikirim ke Pasar Induk Cipinang tersebut merupakan pesanan para pedagang yang sudah dicatat by name by address.

Dengan begitu beras yang sudah dikirim tidak disalurkan sembarangan. Hal itu guna menghindari adanya penyelewengan.

0 Komentar