Rutin Distribusikan Ijazah, Cadisdik Wilayah XI Jabar Berkomiten Penuhi Hak Dasar Siswa

Editor:

“Data yang tercatat untuk ijazah yang masih tersimpan di sekolah ada ebanyak 1.152 ijazah SMA dan 3.238 Ijazah siswa SMK,” kata dia.

Kepala Cadisdik Wilayah XI Jabar ini mengatakan kebijakan gebyar pembagian ijazah ini muncul dari inspirasi Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dedi Supandi yang telah mencanangkan program SILAPIZ (Sistem Informasi Laporan Penahanan Ijazah).

“Aplikasi ini dimaksudkan untuk memudahkan siswa melaporkan penahanan ijazah oleh sekolah atau institusi pendidikan,” Kata Aang.

Aang kembali menegaskan, bahwa tidak berhak sekolah melakukan penahanan ijazah siswa. Karena itu, dia memastikan, setiap siswa yang telah lulus SMA, SMK dan SLB di lingkungan Cadisdik Wilayah XI Jabar dapat menerima ijazah.

“Ijazah ini nilainya sangat berharga dan tidak bisa diukur dengan uang, jadi sangat tidak berhak sekolah untuk menahan ijazah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan bahwa ijazah bukan sekadar bukti dari setiap siswa yang telah menjalani kewajibannya menutut ilmu di sekolah.

Namun, sudah menjadi hak dari siswa memiliki ijazah setelah lulus sekolah.

“Ijazah juga kan dibutuhkan oleh siswa ketika merka harus melanjutkan sekolah atau pun bekerja di suatu tempat. Karena itu, jangan sampai ada penundaan dalam pengambilan ijazah,” ujar Dedi Supandi.

Demi menambahkan, saat ini pun Disdik Jabar telah membuat Aplikasi Sistem Informasi Lapor Penahanan Ijazah (Silapiz).

Aplikasi ini sebagai  wadah laporan bagi siswa yang ijazahnya ditahan pihak sekolah.

“Dengan aplikasi ini, kita sudah memiliki data dan akan menyegerakan satuan pendidikan untuk bergerak cepat membagikan ijazah,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *