Kemudian, lanjut Otin, SMKN 3 Bogor saat ini sedang merencanakan tempat workshop BLUD menghadap ke jalan raya supaya nanti bisa di kenal oleh masyarakat.
“BLUD ini komunitasnya tidak hanya intern tapi masyarakat juga bisa hadir atau kolaborasi atau juga bisa berkaitannya dengan ekonomi seperti wirausaha di sini, karena produk-produk hasil karya siswanya bisa dirasakan oleh masyarakat umum,” ujarnya.
Dia juga berharap produk-produk dari hasil siswa jurusan tata boga bisa dibeli dan di pesan oleh dinas-dinas maupun perusahaan yang ada di Kota Bogor, misalnya untuk melengkapi sajian konsumsi di setiap kegiatan-kegiatan rapat ataupun lainnya.
Baca Juga:Luar Biasa! Makna di Balik Karya Seni Tari Ngaruhun K’ngPerspektif Seni di Berbagai Sisi Pada ICAS-Fest 2022
Bukan itu, saja untuk kegiatan wisuda, perpisahan, pernikahan bisa ke SMKN 3 Bogor karena di sini memiliki program tata busana, seperti rias kecantikan, bahkan untuk rias artis pun di sini tersedia semua.
“Kami sangat mengapresiasi, saya melihat langsung proses produk-produk yang ada SMKN 3 Kota Bogor, dan semuanya sangat bagus dalam menjalankan program pemerintah ini, termasuk 5 P yaitu, Program, Penguatan, Profil, Pelajar dan Pancasila,” ungkapnya.
Otin juga mengaku terpukau dan kagum dengan apa yang dimiliki SMKN 3 Bogor. Kekagumannya itu lantaran dirinya melihat langsung saat siswa SMKN 3 Bogor memperagakan semua program unggulannya di sekolahnya tersebut.
“Itu keren banget, saya menyaksikan langsung kompetensi yang dimiliki siswa dan sekolahnya ini begitu bagus. Saya pun menyampaikan terima kasih, karena ini dapat mengangkat cabang dinas pendidikan yang ada di wilayah II Jawa Barat,” pungkasnya.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Dedi Supandi mengatakan, omset produk yang berkaitannya dengan pariwisata pada SMK BLUD se-Jabar dapat menjadi fleksibilitas pengelolaan keuangan dalam rangka pengembangan sekolah itu sendiri. Terlebih sektor pariwisata juga merupakan lokomotif ekonomi di Jabar.
Namun dengan hadirnya BLUD yang berkaitan dengan pariwisata, tidak sekadar diharapkan bisa turut menjadi penggerak untuk meningkatkan ekonomi.
“Dan menjadi pola peningkatan kemampuan siswa yang menjadikan siswa ini menjadi wirausahawan wirausahawan muda yang mandiri,” ujar Dedi Supandi.
Baca Juga:Mematahkan Stigma Masyarakat Terhadap Papua dalam Pertunjukkan Seni Tari ICAS-Fest 2022Ada Materi Unik di Pagelaran Seminar Internasional ICAS-Fest 2022, Hati-Hati dalam Membuat Kemasan Produk!
Dedi Supandi tak menampik, memang ada sejumlah tantangan yang dihadapi. Karena itu, dia mendorong agar terciptanya inovasi produk dan strategi penjualan yang tepat sasaran. Termasuk menjaga kepercayaan pengguna jasa, pembeli produk maupun mitra industri dengan terus meningkatkan kualitas produk maupun jasa.
