Workshop Musik di Sunan Ambu ISBI Bandung, Progresif Jazz Menggaung

Workshop Musik di Sunan Ambu ISBI Bandung, Progresif Jazz Menggaung
Workshop Musik di Sunan Ambu ISBI Bandung, Progresif Jazz Menggaung
0 Komentar

Rea istilah bahasa Sunda yang memiliki arti rame, ramai, segala macam ada. Hal ini sangat mewakili sajian karya yang diciptakan oleh Rizki mahasiswa Pascasarjana ISBI Bandung.

Sajian karya Rea mengambil genre musik progresif jazz. Sajian itu dimainkan oleh beberapa lulusan mahasiswa prodi seni karawitan dan prodi musik bambu.

Pada sajiannya permainan drum, piano, gitar, bass, biola, suling serta rebab memanjakan telinga para apresiator.

Baca Juga:Wakil Ketua MPR RI: Kita Bersyukur Indonesia Punya LDIILirik dan Arti Lagu Kebangsaan Rusia, Liriknya Bikin Merinding

Rizky di drum, Arie di keyboard, Firman di suling dan bangsing, Wihendar di rebab, Rio di gitar, Irwan di Bass, Yuda di biola.

Harmoni musik yang disajikan memiliki kesan yang lembut, tidak terlalu keras, juga meneduhkan hati dan pikiran.

Bagaikan cahaya bulan purnama yang sinarnya tidak seterik matahari, penuh keteduhan juga kelembutan.

Di setiap bagian-bagian musiknya memiliki harmonisasi tersendiri. Alunan suara suling yang melengking dengan nada-nada diatonic serta pentatonis, begitu menghipnotis indra pendengaran.

Juga menggiring imajinasi setiap apresiator dengan nuansa pedesaan. Tak luput dengan warna suara rebab yang begitu membuai hati para penonton dengan warna suara laras salendro yang khas.

Perpaduan nada, irama yang dihasilkan alat musik Sunda (rebab, suling) dan alat musik universal sangat membaur.

Andai saja pencipta menambahkan alat musik kendang pada sajiannya, warna musik serta nilai estetis pertunjukannya pun akan berbeda.

Baca Juga:Peletakan Batu Pertama Sekretariat PWI Dihadiri Langsung Bupati Kuningan, Dikerjakan Secara SwadayaDFR Cloth Luncurkan koleksi terbaru Ataraxia di Bandung Broadway

Namun jika di telaah lebih dalam, pola-pola tepak kendang disisipkan dalam tabuhan-tabuhan drum.

Mengapa karya ini masuk ke dalam genre progresif, dikarenakan permainan bagian-bagian musiknya tidak sepeti biasa memakain chord-chord dasar.

Yang menjadikan karya musik ini menjadi asing di telinga para apresiator adalah permainan chord dan ritme pada musiknya.

Jika di karya musik yang beredar di pasaran dan di masyarakat umum mayoritas ritmenya 4/4, di sajian Rea ini ritmenya beragam.

0 Komentar