Bogor Kerap Bencana, BPBD Jabar Imbau Masyarakat di Daerah Potensi untuk Tetap Waspada

JabarEkspres.com, BANDUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyampaikan proses evakuasi bencana longsor di Kebon Kelapa, Kota Bogor yang dilakukan oleh Tim SAR gabungan telah berhasil menemukan satu orang korban dalam keadaan tertimbun material longsor.

Analis Kebencanaan Ahli Muda Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jabar, Hadi Rahmat Arjasasmita menjelaskan korban yang berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh  petugas gabungan tersebut bernama Iwan berusia 24 tahun.

“Ditemukannya sekitar jam 11.00 Wib. Sekarang masih ada dua orang (korban) yang masih tertimbun (longsor), dan itu masih dalami proses evakuasi,” katanya saat dikonfirmasi Jabar Ekspres, Jum’at, 14 Oktober 2022.

Hadi mengatakan, curah hujan tinggi yang terjadi sejak tanggal 9 – 12 Oktober 2022 di Kota Bogor telah menyebabkan beberapa kali kejadian bencana.

Bahkan, berdasarkan data Infografis bencana Hidrometeorologi Kota Bogor yang diberikannya kepada Jabar Ekspres, selama tanggal 9 – 12 Oktober 2022  telah terjadi bencana sebanyak 4 kali mulai dari longsor, banjir, hingga human rescue.

Sehingga dari adanya bencana tersebut menyebabkan dampak mulai dari kerusakan rumah hingga fasilitas umum sebanyak 29 kejadian. Selain itu, terdapat 30 KK dan 143 jiwa mengungsi dan menderita.

Bahkan dari bencana tersebut juga terdapat 13 korban di antaranya 6 luka-luka, 3 meninggal dunia, dan 4 dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian.

Maka dengan adanya hal tersebut, Hadi mengimbau kepada masyarakat khususnya yang berada di daerah rawan bencana untuk tetap melakukan kesiapsiagaan.

Apalagi Hadi menuturkan, ada beberapa daerah selain Bogor yang telah dinyatakan sebagai rawan terjadinya potensi bencana seperti banjir dan longsor.

“Kalau yang berpotensi bencana hidrometeorologi itu wilayah Bogor dan Jabar Selatan masih tinggi. Jadi di imbau masyarakat harus dapat mengantisipasi terhadap kondisi-kondisi ke depan karena kita juga belum tahu untuk beberapa hari ke depan. Bahkan berdasarkan prediksi bahwa cuaca ekstrem ini masih terus terjadi,” ungkapnya

“Jadi diharapkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, saling berkomunikasi dengan aparat kewilayahan,” imbuh Hadi.*** (San)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan